JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Tahun Baru Imlek 2571 di China berlangsung begitu muram. Wabah virus Corona dilaporkan menyebabkan 15 kematian baru di Wuhan, kota pusat penyebaran penyakit tersebut.
Korban tewas terakhir diumumkan Sabtu pagi oleh otoritas kesehatan di Provinsi Hubei. Dengan demikian, total jumlah kematian akibat virus Corona di China menjadi 41 orang. Dari semuanya, 38 kasus terjadi di Wuhan.
Lebih dari 400 kasus baru virus Corona terdiagnosis, sehingga jumlah total kasus Corona di China sampai saat ini hampir 1.300 kasus.
Pembatasan perjalanan di Wuhan dan 12 kota lain diberlakukan. Tercatat 35 juta orang tidak bisa bepergian di Hari Raya Imlek yang biasanya dipadatkan dengan aktivitas silaturahmi di antara anggota keluarga.
Wuhan memperketat pembatasan keluar masuk warga pada hari Sabtu ini dengan larangan lalu lintas kendaraan di pusat kota. Hanya shuttle bus dan truk logistik yang diizinkan melintas.
Lewat media sosial, warga Wuhan merespons kondisi kotanya dengan frustrasi. Seorang wanita, yang mengaku hamil dan tak lama lagi akan melahirkan, kebingungan soal bagaimana cara dia pergi ke kantor dokter kandungannya.
Semua kematian yang dilaporkan akibat wabah Corona memang terjadi di daratan China. Tetapi para wisatawan telah menyebarkan virus ke banyak tempat lain. Kasus-kasus baru telah dikonfirmasi di Australia, Malaysia, Nepal, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Thailand, Prancis, dan Amerika Serikat.
Pihak berwenang di Wuhan mengatakan mereka juga akan mempercepat proses bea cukai untuk sumbangan pasokan, karena sejumlah rumah sakit di Wuhan mendekati krisis karena kekurangan masker bedah dan kebutuhan lainnya.
Sebuah pemberitahuan yang diposting pada hari ini di situs web kantor bea cukai kota mengatakan bahwa saluran-saluran baru diberlakukan untuk memastikan bahwa sumbangan bisa digunakan segera. Bantuan dari luar negeri juga akan dibebaskan dari pajak.
Selama ini, pemerintah China biasanya enggan menerima bantuan dari luar negeri di situasi bencana. Hal ini karena China merasa telah tumbuh lebih makmur dan lebih cenderung menjadi penyedia bantuan daripada penerima, terutama ke daerah-daerah seperti Afrika.