KONGO, AYOJAKARTA.COM -- Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de IOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) kembali berhasil memperoleh dua pucuk senjata jenis R4 dari Mai Mai Kadogo di Desa Kambilo yang berada di Area of Responsibility (AoR) Indo RDB Monusco, Kalemie, Propinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, Minggu (19/1/2020).
Dua pucuk senpi tersebut tidak semata mata diperoleh begitu saja, namun dari hasil pendekatan kepada warga Kongo khususnya di Desa Kambilo dan seringnya dilakukannya kegiatan Civil Military Coordination (Cimic) yang tersebar di beberapa tempat oleh personel Kompi Bravo Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB Monusco di bawah pimpinan May Inf Didik Sukayat maupun kegiatan Long Rang Patrol (LRP) dan Long Range Mision (LRM).
Dalam kegiatan itu, prajurit Satgas TNI juga menjalin komunikasi yang baik dengan para pemangku adat, kepala desa maupun masyarakat desa Kambilo, yang akhirnya belum lama ini ada ex combatan dengan sukarela mau turun untuk menyerahkan diri kembali ke masyarakat. Kemudian disusul penyerahan dua pucuk senjata laras panjang jenis R4 berikut 2 (dua) buah magasen kepada Komandan Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB Monusco Kolonel Inf Daniel Lumbanraja di Soekarno Camp.
Kolonel Inf Daniel menyampaikan, tidak ada yang instan hasil dari kerja keras dan keuletan anggota Satgas TNI RDB akhirnya dengan perlahan namun pasti mulai terlihat.
"Menurut dia, ini membuktikan semakin banyaknya kepercayaan warga terhadap keberadaan dan kiprah dari pasukan Garuda di Kongo dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Dengan meningkatnya kepercayaan itu yang tadinya banyak meninggalkan desanya berangsur-angsur mau kembali ke desanya lagi yang pernah ditinggalkannya karena sering terjadinya penyerangan oleh kelompok milisi yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Daniel juga mengatakan, belum lama ini salah satu milisi atas nama Ibrahim Huseini (37) dengan suka rela menyerahkan diri berikut satu pucuk senjata AK-47.
Setidaknya ada 50 eks kombatan yang sudah kembali ke masyarakat. Mereka terdiri dari kelompok bersenjata Apa Napale, Twa, Perci Moto Moto dan Kadogo, berikut 15 pucuk senjata jenis AK-47, satu pucuk FAL, satu pucuk R4 dengan magasen 19 buah serta 431 butir peluru tajam Kaliber 7.62.
Seluruh senpi tersebut selanjutnya diserahkan kembali kepada staf Monusco, dalam hal ini Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR-RR) untuk dilaksanakan proses lebih lanjut sesuai ketentuan UN.