Internasional

Israel Larang Umat Kristen Rayakan Natal di Yerusalem dan Betlehem

Oleh: Admin Sabtu 14 Des 2019, 19:18 WIB
Otoritas Israel melarang Kristen Gaza merayakan Natal di Yerusalem dan Betlehem (Sindonews/Istimewa)

YERUSALEM, AYOJAKARTA.COM -- Israel menolak untuk mengeluarkan izin perjalanan bagi umat Kristen di Gaza guna menghadiri perayaan Natal di kota-kota suci seperti Betlehem dan Yerusalem.

''Umat Kristen Gaza akan diberikan izin untuk melakukan perjalanan ke luar negeri tetapi tidak ada yang akan diizinkan pergi ke Israel dan Tepi Barat yang diduduki, tempat bagi banyak situs suci umat Kriste,'' kata juru bicara untuk penghubung militer Israel dengan Palestina seperti dikutip Reuters, Sabtu (14/12/2019).

Juru bicara itu mengatakan, mengikuti apa yang disebutnya sebagai perintah keamanan itu, warga Gaza akan diizinkan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri melalui perbatasan Allenby Bridge Israel dengan Yordania tetapi tidak mengunjungi kota-kota di Israel atau Tepi Barat.

Gaza hanya memiliki sekitar 1000 umat Kristen, kebanyakan dari mereka adalah Ortodoks Yunani, di antara populasi dua juta di jalur pantai yang sempit.

Keputusan tahun ini adalah sebuah terobosan dibandingkan dengan kebijakan sebelum-sebelumnya. Tahun lalu, Israel memberikan izin bagi hampir 700 orang Kristen Gaza untuk melakukan perjalanan ke Yerusalem, Betlehem, Nazareth dan kota-kota suci lainnya yang menarik ribuan peziarah setiap musim liburan.

Gisha, sebuah kelompok hak asasi Israel, mengatakan larangan itu menunjuk pada intensifikasi pembatasan akses antara dua bagian wilayah Palestina. Mereka menyebutnya sebagai pendalaman kebijakan pemisahan Israel untuk Tepi Barat dan Gaza.

Para pemimpin Kristen di Yerusalem mengutuk langkah itu. Mereka meminta otoritas Israel untuk mencabut keputusan itu.

''Orang lain di seluruh dunia diizinkan bepergian ke Betlehem. Kami pikir orang Kristen Gaza juga harus memiliki hak itu,'' jelas penasihat pemimpin gereja setempat Wadie Abu Nassar.

Reporter Admin
Editor Wahyu Sabda Kuncahyo