TEHERAN, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Iran mengumumkan keberhasilan meredam demonstrasi yang dipicu kenaikan harga bahan bakar minyak.
Padahal, lebih dari 100 demonstran diperkirakan tewas dan ribuan lainnya ditahan aparat keamanan.
Garda Revolusi diklaim berhasil menghancurkan gerakan anti pemerintah dan menangkap para pemimpin aksi. Situasi di seluruh penjuru negeri pun diklaim sudah kembali normal.
''Sekitar 100 pemimpin dan tokoh penting dalam kerusuhan telah diidentifikasi dan ditangkap Garda Revolusi di sejumlah lokasi berbeda,'' ujar Juru Bicara Departemen Kehakiman Iran Gholamhossein Esmaili, Jumat (22/11/2019).
Total ada sekitar seribu demonstran yang ditahan aparat keamanan. Pemerintah menegaskan bahwa mereka yang terbukti ikut dalam kerusuhan akan mendapat hukuman berat.
Amnesty International melaporkan bahwa lebih dari 100 demonstran tewas sejak demonstrasi pecah pekan lalu. Namun, besar kemungkinan jumlah sebenarnya lebih dari itu.
Klaim tersebut jelas dibantah pemerintah Iran yang menyatakan jumlah korban tewas tidak sampai 10 orang.
Aksi protes mulai bermunculan di sejumlah kota pada 15 November 2019 setelah pemerintah menaikkan harga BBM sebesar 50 persen. Demonstrasi dengan cepat menjalar ke kota-kota lain dan berubah menjadi aksi menuntut pergantian rezim.