Internasional

Gencatan Senjata, Jalur Gaza Senyap

Oleh: Admin Kamis 14 Nov 2019, 15:37 WIB
Warga Palestina mengais barang-barang di antara reruntuhan bangunan yang hancur akibat gempuran militer Israel di Kota Gaza/Anadolu Agency

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kelompok gerilyawan Palestina Jihad Islam menahan tembakan dari Jalur Gaza pada Kamis waktu setempat (14/11/2019) setelah Israel menyetujui gencatan senjata yang dimediasi Mesir. Sebagai kemungkinan berakhirnya gelombang terburuk dalam pertempuran dalam beberapa bulan.

Gencatan senjata diberlakukan mulai pukul 03.30 GMT (pukul 10.30 WIB).

Menurut Juru Bicara Jihad Islam Musab Al-Braim, menandai sekitar 48 jam sejak Israel memicu baku tembak dengan membunuh komandan penting Faksi Gaza dalam serangan udara menganggapnya sebagai ancaman yang akan segera terjadi.

Sebanyak 32 warga Palestina, setidaknya sepertiga dari mereka warga sipil telah tewas, sementara ratusan roket diluncurkan militan melumpuhkan sebagian besar Israel selatan. Hamas yang merupakan faksi dominan Gaza tidak terlibat dalam pertempuran saat ini.

Seorang pejabat Mesir mengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata telah tercapai.

Tidak ada konfirmasi segera dari Israel. Para pejabat sebelumnya telah menetapkan persyaratan quid pro quo atau sama-sama menguntungkan untuk memulihkan ketenangan di Gaza. Dengan mengatakan bahwa jika pejuang Jihad Islam berhenti menembak, Israel akan mengikutinya.

Al-Braim mengatakan, Israel telah menerima tuntutan Jihad Islam bahwa mereka menghentikan target pembunuhan terhadap gerilyawan dan menembak mati tentara pada protes mingguan Palestina di perbatasan Gaza.

''Gencatan senjata dimulai di bawah sponsor Mesir setelah pendudukan (Israel) tunduk pada ketentuan yang ditetapkan oleh Jihad Islam atas nama faksi-faksi perlawanan Palestina,'' kata Al-Braim, seperti dikutip Reuters.

Terlepas dari peluncuran roket tunggal, Gaza tampaknya sebagian besar telah senyap pada jam yang ditetapkan oleh Jihad Islam dengan tenang menahan matahari terbit .

Sebelumnya, serangan rudal Israel menewaskan enam anggota keluarga Palestina dan menyebabkan 12 orang luka-luka. Semuanya adalah warga sipil.

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan sedang menyelidiki insiden itu, yang terjadi ketika melakukan serangan udara untuk menekan penyelamatan roket dari Gaza.

Reporter Admin
Editor Wahyu Sabda Kuncahyo