JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sekelompok pemrotes di Irak Selatan membakar rumah milik tiga anggota parlemen dari blok politik yang berbeda pada Selasa waktu setempat (5/11/2019).
Peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Ash-Shatrah di Provinsi Dhi Qar.
Pembakaran dilakukan terhadap rumah milik Naji As-Satra dari Blok Sairoon di parlemen yang didukung oleh tokoh Syiah berpengaruh Muqtada As-Sadr, Muna Al-Gurabi dari Aliansi Fatah pimpinan Hadi Al-Amiri, dan Zaynep Al-Hazreci dari Negara Koalisi Hukum yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Nouri Al-Maliki.
Seperti dikutip Anadolu Agency, Rabu (6/11/2019), petugas pemadam kemudian bergegas memadamkan api setelah mendapatkan laporan. Beruntung tidak ada laporan mengenai korban.
Komisariat Tinggi Hak Asasi Manusia di Irak mencatat gelombang protes kedua berlangsung mulai 25 Oktober 2019 untuk menentang korupsi yang merajalela, pengangguran dan layanan dasar yang kurang. Sedikitnya 260 orang tewas dan 12 ribu orang cidera sejak itu.
Kemarahan telah meningkat di Irak dalam beberapa tahun belakangan akibat peningkatan pengangguran dan korupsi. Banyak orang kurang mendapat layanan listrik dan air bersih.
Data Bank Dunia, pengangguran di kalangan pemuda Irak berjumlah 25 persen. Irak juga ditempatkan pada posisi 12 negara paling korup di dunia oleh beberapa organisasi transparansi.