Internasional

Inovasi UMKM Cianjur Sulap Limbah Kayu Jadi Produk Ekspor, BRI Jadi Penggerak Utama

Oleh: Gita Esa Hafitri Selasa 25 Nov 2025, 19:28 WIB
Inovasi UMKM Cianjur Sulap Limbah Kayu Jadi Produk Ekspor, BRI Jadi Penggerak Utama

AYOJAKARTA.COM -- Dorongan untuk menciptakan inovasi berkelanjutan memunculkan peluang besar dalam pemanfaatan limbah kayu secara kreatif.

Salah satu pelaku usaha mikro asal Jawa Barat, Faber Instrument, berhasil membuktikan bahwa limbah kayu dapat berubah menjadi produk audio premium yang diminati pasar nasional maupun internasional.

Melalui pendampingan berkelanjutan dan dukungan program pemberdayaan BRI, UMKM ini tumbuh pesat dan mampu memperluas jangkauan penjualan hingga skala global.

Helmi, pendiri Faber Instrument, menuturkan bahwa ide awal bisnisnya muncul dari banyaknya limbah kayu jati yang tidak termanfaatkan di lingkungannya.

Ia melihat potensi besar untuk mengolah sisa kayu tersebut menjadi produk audio yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki karakter suara natural khas kayu alami.

Menurutnya, produk yang mereka hasilkan tidak sekadar fokus pada kualitas suara, tetapi juga membawa pesan keberlanjutan dan kearifan lokal Indonesia.

“Selain berorientasi pada kualitas suara, kami ingin menciptakan produk yang membawa pesan keberlanjutan dan kearifan lokal Indonesia,” ujarnya.

“Saat ini basis produksi dan workshop kami berada di Cianjur, Jawa Barat, Gallery dan kegiatan pemasaran di Gedung STP-IPB Bogor dan pengembangan bisnis kami terhubung dengan mitra di beberapa kota besar seperti Bandung dan Jakarta,” jelasnya.

Penguatan bisnis Faber juga ditopang oleh model kerja yang melibatkan banyak tenaga lokal. Dalam proses produksi, mereka memberdayakan pengrajin kayu serta ibu rumah tangga untuk pengerjaan bodi kayu, proses finishing, hingga pengemasan.

“Prinsip kami adalah tumbuh bersama masyarakat. Saat ini, tim inti kami berjumlah 12 orang, sementara tenaga pengrajin dan mitra lokal mencapai lebih dari 30 orang,” tegas Helmi.

Adapun, keunikan produk menjadi salah satu daya tarik utama Faber Instrument. Dimana, semua speaker diproduksi secara handcrafted, menggunakan kayu jati pilihan, dan menghadirkan karakter suara natural material alami.

Reputasi yang terbangun berkat kualitas inilah yang kemudian mengantarkan Faber dipercaya sebagai souvenir resmi G20 dan Mandalika Official Merchandise.

Alhasil, jangkauan Faber dari hari ke hari pun terus meluas. Di dalam negeri, produk mereka saat ini telah sukses dipasarkan di berbagai kota besar, termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar.

Sementara di pasar global, Faber Instrument berhasil menembus pasar Korea Selatan dan kini tengah menjajaki permintaan dari potential buyer di Asia dan Eropa.

Seiring bertambahnya permintaan, kapasitas produksi Faber juga terus meningkat. Saat ini, perusahaan mampu memproduksi antara 100–200 unit per bulan, dengan total penjualan mencapai 945 unit dan omzet sekitar Rp1,5 miliar sepanjang tahun 2024.

Perjalanan Faber sebagai UMKM naik kelas pun semakin solid sejak bergabung dengan ekosistem BRI melalui program Brilianpreneur yang sekarang bernama BRI UMKM EXPO(RT).

Program ini memberikan pendampingan komprehensif, mulai dari pelatihan manajemen, kurasi produk, hingga akses terhadap berbagai pameran nasional dan internasional.

“Selain itu, kami mendapatkan dukungan pembiayaan Rekening Koran (RK), atau kredit modal kerja dari BRI yang kami gunakan untuk pengembangan produksi, pembelian bahan baku, dan peningkatan kapasitas,” kata Helmi.

Baginya, dukungan BRI sangat membantu Faber Instrument menembus pasar ekspor.

Pendampingan yang diberikan mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kapasitas manajemen usaha, perluasan jaringan pasar, kemudahan akses pembiayaan, hingga kesempatan untuk tampil dalam berbagai ajang nasional maupun internasional.

Secara terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa Faber Instrument merupakan contoh bagaimana inovasi dan keberlanjutan dapat mendorong UMKM lokal untuk bertumbuh.

“Melalui beragam dukungan program pemberdayaan UMKM, BRI akan terus membantu pelaku usaha lokal naik kelas dan memperkuat posisi di pasar domestik sekaligus memperluas ekspansi di kancah global,” tutup Dhanny.

Reporter Gita Esa Hafitri
Editor Gita Esa Hafitri