Internasional

Sinergi BRI dan Kriti by Lusy, Promosikan Tenun Modern Nusantara di Dunia Internasional

Oleh: Gita Esa Hafitri Sabtu 03 Jan 2026, 08:45 WIB
Sinergi BRI dan Kriti by Lusy, Promosikan Tenun Modern Nusantara di Dunia Internasional

AYOJAKARTA.COM -- Indonesia merupakan gudang kekayaan budaya yang tak ternilai, terutama dalam hal wastra atau kain tradisional. Mulai dari keanggunan batik, kemewahan songket, kesederhanaan lurik yang sarat makna, hingga sasirangan yang unik, semuanya mencerminkan identitas bangsa.

Namun, tantangan besar muncul ketika gaya hidup masyarakat mulai bergeser ke arah modernitas. Banyak orang menganggap wastra tradisional terlalu kaku atau kurang praktis untuk gaya hidup sehari-hari yang dinamis.

Menjawab tantangan tersebut, lahirlah Kriti by Lusy, sebuah jenama fashion yang membawa misi besar: mentransformasi kain tenun dan lurik menjadi busana siap pakai (ready-to-wear) yang adaptif tanpa menghilangkan nilai filosofisnya. Melalui sentuhan desain modern, Kriti by Lusy kini sukses membawa nama Indonesia menjajaki pasar mancanegara.

Perjalanan Kriti by Lusy bermula pada tahun 2017 di Bogor. Sang pendiri, Lusy Rachmat, mengamati keresahan rekan-rekan wanitanya yang memiliki banyak simpanan kain tenun namun bingung bagaimana cara mengolahnya menjadi pakaian yang modis.

Berangkat dari ide sederhana namun brilian, Lusy mulai merancang atasan, celana, rok, tunik, hingga vest dengan memadukan tenun dan lurik sebagai elemen utama.

"Ide Kriti by Lusy muncul saat teman-teman mengeluh punya kain tenun tapi tidak tahu cara memanfaatkannya. Saya pun berinisiatif mendesain kain tersebut menjadi baju modern yang dikombinasikan dengan tenun lurik," ungkap Lusy.

Pemilihan material tenun dan lurik bukan tanpa alasan. Kedua kain ini memiliki karakter desain yang tak lekang oleh waktu (timeless), sehingga busana karya Kriti by Lusy sangat mudah dipadupadankan (mix and match) untuk berbagai acara, baik formal maupun kasual. Hal inilah yang membuat produknya diterima dengan baik oleh berbagai lintas generasi.

Kriti by Lusy tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi sangat mementingkan kualitas dan dampak sosial. Dalam setiap proses produksinya, Lusy melibatkan para penjahit lokal yang tinggal di sekitar kediamannya. Selain itu, ia menjalin kerja sama langsung dengan para pengrajin tenun tradisional untuk menjaga keaslian dan detail bahan baku.

Guna menjaga nilai eksklusivitas produk, Lusy sengaja membatasi jumlah produksinya. Saat ini, Kriti by Lusy hanya memproduksi sekitar 100 hingga 200 potong pakaian per bulan. Pola kerja ini memastikan setiap desain memiliki keunikan tersendiri dan tidak menjadi produk "pasaran". Dengan cara ini, setiap pelanggan merasa memiliki karya seni yang terbatas dan istimewa.

Pertumbuhan pesat Kriti by Lusy tidak terlepas dari dukungan sektor perbankan, khususnya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Sejak bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada tahun 2018, Lusy merasakan lompatan besar dalam strategi bisnisnya.

Melalui program Growpreneur by BRI, Lusy mendapatkan akses luas terhadap pelatihan bisnis, fasilitas pemasaran, serta pendampingan terintegrasi.

"Bergabung dengan ekosistem pemberdayaan BRI sangat membantu saya dalam menata strategi bisnis. Fasilitas yang ditawarkan membuat saya lebih mudah mengelola usaha," tambah Lusy.

Berkat rasa percaya diri yang tumbuh setelah mendapatkan pendampingan dari BRI, Kriti by Lusy mulai melebarkan sayapnya ke pasar global. Produk-produk wastra modern asal Bogor ini telah tampil dalam berbagai pameran internasional bergengsi di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, hingga China.

Langkah ekspansi ini merupakan strategi terukur untuk memperkenalkan wastra Indonesia kepada audiens dunia yang mulai melirik busana beretika dan berbahan alami. Puncaknya, pada November 2025 lalu, Kriti by Lusy terpilih sebagai salah satu UMKM terkurasi BRI yang memamerkan karyanya di SOGO Central Park Jakarta dalam perhelatan "Wastra Nusantara".

"Partisipasi dalam acara besar seperti di SOGO Central Park sangat meningkatkan kredibilitas produk kami di pasar. Ini membuka peluang bagi brand lokal untuk lebih dikenal luas oleh pelanggan kelas atas," tutur Lusy dengan bangga.

Keberhasilan Kriti by Lusy merupakan salah satu contoh nyata keberhasilan BRI dalam membina pelaku industri kreatif. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus konsisten memberikan pembinaan berkelanjutan agar UMKM Indonesia mampu meningkatkan daya saing global.

"Kami terus memberikan apresiasi terhadap kemajuan industri kreatif, mulai dari fashion batik modern hingga kerajinan tangan etnik. Melalui berbagai inisiatif kolaboratif, BRI berkomitmen menciptakan lebih banyak peluang akses pasar bagi pelaku usaha kecil di seluruh penjuru Indonesia," papar Dhanny.

Dengan dukungan ekosistem finansial dan pemberdayaan yang tepat, wastra Nusantara bukan lagi sekadar warisan masa lalu, melainkan komoditas fashion masa depan yang mampu bersaing di panggung internasional. Kriti by Lusy telah membuktikannya: dengan inovasi dan kolaborasi, kain tradisional bisa tampil mewah, modern, dan dicintai dunia.

Reporter Gita Esa Hafitri
Editor Gita Esa Hafitri