AYOJAKARTA.COM - Kim Jong Un, pemimpin tertinggi Korea Utara, melalui pernyataan resmi pemerintahnya, mengecam keras serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran pada Minggu (22/6).
Tindakan tersebut dinilai melanggar prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya terkait penghormatan terhadap kedaulatan negara.
Dalam pernyataan yang disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri melalui media resmi Pyongyang pada Senin (23/6), Korea Utara menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap norma internasional.
Baca Juga: Resmi Dibuka! Cek Link Pendaftaran SPMB Jakarta 2025 Tahap 2, Lengkap dengan Cara Daftar Online
Pernyataan ini juga merupakan tanggapan publik pertama dari Korea Utara atas serangan terhadap fasilitas nuklir milik Iran yang terjadi akhir pekan lalu.
Negara tersebut dituduh terus melakukan ekspansi wilayah dan intervensi militer sepihak, yang pada akhirnya memicu reaksi lanjutan dari berbagai pihak, termasuk keterlibatan militer dari Amerika Serikat.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengklarifikasi bahwa serangan negaranya ke Iran bukan merupakan bentuk dukungan langsung terhadap Israel, melainkan sebagai upaya untuk mencegah ancaman dari program nuklir Teheran.
Pernyataan ini disampaikan guna meredam anggapan bahwa Amerika telah mengabaikan prinsip non-intervensionisme yang diusung oleh Presiden Trump dalam kampanye pemilu 2024.
Baca Juga: SPMB Jakarta 2025 Tahap 2 Resmi Dibuka, Ini Cara Pilih Sekolah dan Jadwal Lengkapnya
Ketegangan yang kini membara antara Iran dan Israel, ditambah dengan keterlibatan AS, menimbulkan kekhawatiran global akan potensi perluasan konflik.
Di tengah situasi geopolitik yang semakin memanas, reaksi keras dari tokoh-tokoh seperti Kim Jong Un menambah dimensi baru dalam percaturan diplomatik internasional.***