AYOJAKARTA.COM – Konflik antara Iran dan Israel semakin memanas setelah serangan rudal Iran menghantam beberapa kota besar di Israel, termasuk sebuah rumah sakit di Beersheba yang menyebabkan puluhan orang terluka.
Serangan balasan tersebut dipicu saat Israel memberi serangan yang menargetkan fasilitas nuklir Iran di Natanz dan Khondab.
Menteri Pertahanan Israel bahkan bersumpah akan melenyapkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai respons atas serangan tersebut.
Baca Juga: Rilis 3 Bulan Lagi! Fitur Andalan iPhone 17 Pro Akhirnya Bocor, Punya 12 Fitur Terbaru?
Serangan rudal Iran juga menyebabkan kebakaran di dekat kantor Microsoft di Beersheba dan menimbulkan kerusakan pada gedung apartemen serta fasilitas industri di wilayah tersebut.
Sistem pertahanan udara Israel, Iron Dome, dilaporkan mengalami malfungsi sehingga beberapa rudal berhasil menembus pertahanan dan mengenai sasaran.
Respons Trump Terhadap Eskalasi Konflik Iran-Israel
Terkait keterlibatan AS sebagai pihakt ketiga, Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat ini masih mempertimbangkan apakah AS akan ikut campur secara langsung dalam konflik antara Israel dan Iran.
Trump menyatakan akan mengambil keputusan dalam waktu dua minggu ke depan terkait kemungkinan memberikan lampu hijau bagi keterlibatan militer AS dalam serangan terhadap Iran.
Namun, pada serangan Israel sebelumnya terhadap Iran pada Juni 2025, Trump sempat memberikan dukungan terhadap tindakan Israel dan mendesak Iran untuk menyetujui kesepakatan.
Situasi saat ini masih sangat dinamis dan pengaruh aktor internasional seperti AS tetap menjadi faktor penting yang diawasi dunia.
Secara singkat, serangan balasan rudal Iran ke Israel dan respons keras Israel terhadap fasilitas nuklir Iran telah memicu ketegangan tinggi yang berpotensi meluas, sementara keterlibatan langsung pihak ketiga seperti Trump belum terlihat secara nyata. ***