AYOJAKARTA.COM – Organisasi Kesehatan Dunia atau Wolrd Health Organization (WHO) menyatakan cacar monyet atau Monkey Pox (Mpox) sebagai darurat kesehatan global.
Hal ini sejalan dengan meningkatnya kasus mpox di Republik Demokratik Kongo dan beberapa negara di Afrika.
Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus menetapkan peningkatan mpox di Kongo dan beberapa negara Afrika sebagai keadaan kesehatan darurat setelah mendengar saran dari Komite Darurat IHR yang sebelumnya bertemu untuk meninjau data dari WHO dan negara-negara yang terdampak.
Komite memberitahu Tedros Adhanom bahwa mereka menganggap peningkatan mpox sebagai PHEIC yang berpotensi menyebar ke negara sekitar hingga luar kawasan Afrika.
Saat mendeklarasikan mpox sebagai darurat kesehatan global, Tedros Adhanom menyebut tanggapan internasional sangat dibutuhkan untuk menghentikan wabah tersebut dan menyelamatkan nyawa.
Ketua Komite Profesor Dimie Ogoina menyebut bahwa sudah saatnya mengambil langkah tegas untuk menghentikan penyebaran wabah tersebut.
“Meningkatnya kasus mpox saat ini di beberapa bagian Afrika, bersamaan dengan penyebaran virus cacar monyet jenis baru yang menular secara seksual, adalah keadaan darurat, tidak hanya di Afrika, tetapi juga seluruh dunia,” kata Dimie Ogonia dikutip dari laman who.int pada Minggu (18/8/2024).
Kasus Mpox pertama kali ditemukan pada tahun 1970 di Kongo dan telah dilaporkan selama lebih dari satu dekade.
Setiap tahun laporan terkait mpox terus meningkat secara signifikan dan telah menyebabkan banyak kematian.
Lantas bagaimana perkembangan Mpox di Indonesia dalam satu bulan terakhir?
Baca Juga: Anies Baswedan Ungkap KTP 2 Anak dan Timnya Dicatut untuk Dukung Bakal Cagub Independen
Perkembangan Mpox di Indonesia
Berdasarkan data yang dibagikan Kementerian Sosial dalam Update Mingguan Mpox di Indonesia Minggu Epidemiologi ke-30 dan ke-31 2024 periode 21 Juli-3 Agustus 2024 diketahui sejauh ini belum ada kasus meninggal dunia yang diakibatkan mpox.
Per tanggal 20 Juli 2024, tercatat ada total 87 kasus mpox yang terkonfirmasi di 5 provinsi di Indonesia yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Kepulauan Riau, Jawa Timur, dan DIY.
Kemudian, per tanggal 21 Juli hingga 3 Agustus 2024 tidak ada kasus mpox yang terkonfirmasi di lima provinsi.
Lalu, per tanggal 20 Juli 2024 total kasus yang dinyatakan sembuh ada sebanyak 86.
Sementara untuk periode 21 Juli hingga 3 Agustus 2024 tidak ada kasus yang dinyatakan sembuh.