Internasional

HEBOH! Helikopter yang Membawa Presiden Iran Jatuh di Pegunungan, Tim Evakuasi Berpacu dengan Cuaca Buruk

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Senin 20 Mei 2024, 11:13 WIB
HEBOH! Helikopter yang Membawa Presiden Iran Jatuh di Pegunungan,

AYOJAKARTA.COM - Helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amir Abdollahian dikabarkan jatuh di pegunungan di provinsi Azerbaijan Timur.

Hal itu disampaikan media pemerintah Iran pada Senin, 20 Mei 2024, pagi waktu Indonesia.

Upaya pencarian sedang dilakukan namun terkendala cuaca buruk, termasuk kabut tebal. Hingga berita ini ditayangkan helikopter tersebut masih belum ditemukan.

Baca Juga: Banyak Diminati, Segini Harga Paket Internet Starlink Buatan Elon Musk untuk Rumahan, Berapa Mbps?

Ebrahim Raisi adalah tokoh garis keras dengan koneksi kuat di kalangan peradilan dan elite agama.

Sering disebut-sebut sebagai calon penerus Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, Raisi mulai belajar di sekolah keagamaan Qom pada usia 15 tahun dan melanjutkan karirnya di bawah bimbingan beberapa ulama terkemuka.

Setelah gagal dalam pemilihan presiden tahun 2017, Raisi akhirnya menang dalam pemilihan empat tahun kemudian.

Sekretaris Jenderal GCC, Jasem Mohamed Albudaiwi, menyatakan solidaritas dengan Iran dan menyatakan keprihatinan mendalam atas hilangnya helikopter yang membawa Presiden Raisi dan pejabat senior Iran lainnya.

Albudaiwi berharap upaya pencarian dan penyelamatan akan segera menemukan Raisi dan rekan-rekannya. GCC menyatakan dukungan penuh kepada pemerintah dan rakyat Iran dalam menghadapi situasi sulit ini.

Baca Juga: Daftar 50 Instansi Pusat dan Daerah yang Membuka Formasi pada Seleksi CPNS dan PPPK 2024

Tim penyelamat dan evakuasi Bulan Sabit Merah Iran telah mengerahkan 73 tim penyelamat, termasuk anjing pendeteksi, menuju area yang terlihat oleh drone Turki, yang diduga merupakan lokasi jatuhnya helikopter Raisi.

Namun, kondisi cuaca yang buruk dengan hujan dan kabut tebal terus menghambat upaya pencarian.

Menurut laporan media lokal, lokasi kecelakaan diperkirakan sekitar 100 km dari kota Tabriz, dekat sebuah desa bernama Tavil. Tim penyelamat masih berusaha mencapai daerah tersebut.

Seorang pakar penerbangan dan mantan pilot helikopter, Paul Beaver, mengatakan bahwa tutupan awan, kabut, dan suhu rendah sangat mungkin berkontribusi terhadap jatuhnya helikopter tersebut.

Menurut Beaver, helikopter tidak dapat dengan mudah terbang di atas cuaca buruk seperti pesawat sayap tetap, sehingga menghadapi tantangan yang lebih besar dalam kondisi seperti itu.

Saat ini, belum ada informasi pasti mengenai kondisi Presiden Raisi, Menteri Luar Negeri, dan penumpang lainnya.

Upaya penyelamatan terus berlangsung dengan harapan segera menemukan helikopter dan penumpangnya dalam keadaan selamat.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Jinan Vania Barizky