Internasional

Trump Ralat Tarif Dagang 145 Persen untuk China, Tidak Diberlakukan untuk Produk Teknologi, Tak Ingin iPhone Bangkrut?

Oleh: Asti Aureli Septania Minggu 13 Apr 2025, 15:48 WIB
Donald Trump telah mengumumkan pengecualian tarif untuk sejumlah produk elektronik yang diimpor dari China.

AYOJAKARTA.COMDonald Trump telah mengumumkan pengecualian tarif untuk sejumlah produk elektronik yang diimpor dari China, termasuk smartphone dan komputer.

Kebijakan ini dirilis oleh U.S. Customs and Border Protection (CBP) pada 11 April 2025, dan memberikan kelegaan bagi industri teknologi yang khawatir akan lonjakan harga akibat tarif yang tinggi.

Sekitar 20 kategori produk elektronik, termasuk ponsel pintar dan laptop, pengecualian tarif 145% yang sebelumnya telah diumumkan.

Tentunya, langkah ini sangat menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan teknologi besar seperti Apple, yang memproduksi sebagian besar produknya di China.

Baca Juga: Ngeri! 6 Dampak Kebijakan Tarif Trump bagi Ekonomi Indonesia, Salah Satunya Resesi Ekonomi pada Kuartal IV 2025

Tanpa pengecualian pemberlakuan ini, harga untuk produk seperti iPhone diperkirakan dapat melonjak hingga USD3.500 yang akan berimbas pada penurunan permintaan konsumen.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintahan Trump semakin menyadari dampak dari tarif tinggi terhadap konsumen AS dan industri teknologi yang bergantung pada produk dari China.

Dengan adanya pengecualian tarif, konsumen di AS tidak perlu khawatir akan kenaikan drastis harga gadget dan perangkat elektronik lainnya, memberikan sedikit angin segar di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sebagai informasi, Donald Trump memutuskan untuk mengenakan tarif 145% terhadap produk China sebagai respons terhadap ketegangan perdagangan yang semakin meningkat antara Amerika Serikat dan China.

Baca Juga: Perang Dagang Trump Bikin Kekuatan China Makin Garang bagi Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Pengenaan tarif ini merupakan reaksi terhadap tindakan balasan China yang telah menaikkan tarif terhadap produk-produk Amerika.

Trump melihat langkah ini sebagai upaya untuk menekan Beijing yang dianggap tidak menghormati kesepakatan perdagangan yang ada.

Tarif 145% tersebut merupakan angka kumulatif, di mana tarif 125% yang diumumkan sebelumnya ditambahkan dengan tarif 20% yang sudah berlaku.

Hal ini menciptakan lapisan tarif yang kompleks dan memperumit perhitungan biaya impor bagi pelaku usaha di AS.***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Tedi Rukmana