AYOJAKARTA.COM -- Presiden Joko Widodo menghadiri KTT OKI atau Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerjasama Islam di Riyadh, Arab Saudi.
KTT tersebut menghasilkan 31 resolusi dan keputusan dengan pesan yang kuat dan sangat keras.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dikutip ayojakarta.com dari Kemlu.go.id, Minggu (12/11/2023).
Dalam keterangan persnya, Retno Marsudi mengatakan KTT telah menghasilkan resolusi.
Baca Juga: Anies Baswedan Beri Pujian kepada Retno Marsudi: Kita Bangga dengan Ibu Menlu
Resolusi ini menunjukkan kesatuan negara-negara yang tergabung dalam OKI soal situasi di Gaza saat ini.
"KTT telah menghasilkan Resolusi. Resolusi ini berisi 31 keputusan dengan pesan-pesan yang sangat kuat dan sangat keras," kata Retno Marsudi.
Menlu juga menilai bahwa resolusi ini adalah yang paling keras yang pernah dilakulan OKI.
"Pesan-pesan yang ada di dalam resolusi ini menurut hampir semua dari kita merupakan pesan yang paling keras yang pernah dilakukan oleh OKI sejauh ini," lanjutnya.
Baca Juga: Tawaran Proposal Perdamaian Menhan Prabowo Subianto Ditolak oleh Ukraina, Menlu Angkat Bicara
Sementara itu, Presiden Jokowi memberikan empat saran saat berpidato di KTT OKI di Riyadh, Arab Saudi pada Sabtu (11/11/2023).
Pertama adalah perlunya gencatan senjata antara Palestina dan Israel.
Menurutnya tanpa gencatan senjata, situasi di Gaza tidak akan membaik.
Tanpa gencatan senjata, situasi tak akan membaik.
Israel telah gunakan narasi 'self defense' dan terus lakukan pembunuhan rakyat sipil. Ini tak lain sebuah collective punishment. Kita semua harus cari jalan agar Israel segera lakukan gencatan senjata," kata Jokowi.
Kedua, Presiden Jokowi meminta penyaluran bantuan kemanusiaan ke masyarakat Palestina di Gaza dipercepat.
Presiden juga minta agar Israel menghormati hukum internasional.
"Situasi kemanusiaan sangat memprihatinkan. Contoh, RS Indonesia di Gaza Utara terus menjadi sasaran serangan Israel, sejak kemarin sudah kehabisan bahan bakar. Indonesia meminta semua pihak untuk menghormati hukum humaniter internasional," jelasnya.
Baca Juga: Menlu Retno Tekankan Percepatan Vaksinasi Global Jelang Akhir Tahun
Ketiga, Presiden Jokowi menyerukan agar OKI menggunakan semua lini untuk menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kekejaman kemanusiaan yang telah dilakukan.
Ketiga, Jokowi meminta agar OKI menuntut pertanggungjawaban Israel atas kekejaman kemanusiaannya kepada Palestina.
"dan terus mendukung proses advisory opinion di Mahkamah Internasional," imbuhnya.
Baca Juga: Menlu Retno Beberkan Data Kesenjangan Vaksinasi di Dunia, Negara ASEAN Paling Rendah
Saran keempat, Presiden Jokowi meminta OKI mendesak agar perundingan damai segera dimulai.
Jokowi mengatakan Indonesia sangat terbuka mengambil peran dalam perundingan tersebut.
"Jika memang mekanisme quartet sudah tidak dapat diandalkan, maka OKI harus mendorong proses negosiasi damai dengan format baru dan Indonesia siap berkontribusi dalam negosiasi damai tersebut," ujarnya.***