AYOJAKARTA.COM - Perperangan antara negara Palestina dan Israel masih belum dapat diselesaikan, dan kini Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza yang menjadi sasarannya.
Hal tersebut dikarenakan ada beberapa oknum yang menyebutkan bahwa RS Indonesia di Gaza tersebut dibangun di atas terowongan Hamas.
Lantas dengan tuduhan tersebut, kini memicu banyak perhatian publik bahkan secara luas. Namun apakah benar tuduhan tersebut?
Adapun berikut ini adalah enam fakta tentang RS Indonesia di Gaza yang dituding tempat persembunyian kelompok Hamas, dikutip dari suara.com, yaitu:
- Kemlu RI bantah tuduhan Israel
Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) membantah tuduhan Israel dengan menyebutkan bahwa RS Indonesia di Gaza merupakan fasilitas yang dibangun masyarakat Indonesia untuk kemanusiaan dan untuk melayani kebutuhan medis masyarakat Palestina.
- Dikelola sepenuhnya oleh otoritas Palestina
Selain itu, Kementerian Luar Negeri juga menyebutkan bahwa RS Indonesia di Gaza telah dikelola sepenuhnya oleh otoritas Palestina di Gaza. Dan ada beberapa kesempatan selalu ada relawan Indonesia yang bertugas di RS Indonesia tersebut.
- Tidak ada terowongan di bawah rumah sakit
Terkait tudingan tersebut, Pejabat Mer-C membantah tuduhan Israel dengan menyebutkan tidak ada terowongan di bawah rumah sakit tersebut, dan tidak ada tangki bahan bakar untuk perang.
Baca Juga: Aksi Bela Palestina, Anies Baswedan Ajak Massa Ikat Syal di Tangan Kanan Sambil Berikan Pesan Ini
Adapun yang ada di RS Indonesia di Gaza adalah generator yang mana dipergunakan sebagai mesin pembangkit listrik rumah sakit.
- Jumlah tenaga kerja tidak memenuhi kebutuhan
Saat ini kondisi RS Indonesia di jalur Gaza sangat crowded lantaran banyak jumlah pasien yang melebihi kapasitas. Dan yang lebih parahnya lagi, jumlah tenaga kesehatan juga tidak dapat memenuhi semua kebutuhan pasien.
- WNI tetap pilih jadi relawan
Kemudian dengan kondisi Palestina yang sangat memprihatinkan tersebut, ada tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang memilih tetap tinggal di Gaza. Dan ketiganya memilih menjadi relawan di MER-C dan bertugas di RS Indonesia di Jalur Gaza.
Baca Juga: Anies Baswedan Serukan Tegakkan Keadilan di Aksi Bela Palestina
Padahal waktu itu pemerintah sudah menyediakan fasilitas untuk evakuasi, namun ketiganya tetap memilih tinggal dan menjalankan tugas kemanusiaan di RS Indonesia di Gaza.
- Dibangun dengan uang hasil donasi masyarakat
Terakhir, ternyata RS Indonesia di Gaza tersebut dibangun atas inisiasi Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dengan uang hasil donasi masyarakat.
Baca Juga: Anies Baswedan Gelar Aksi Akbar Bela Palestina di Monas: Mari Bersolidaritas
Adapun antusias masyarakat memberikan donasi lantaran serangan Israel ke Gaza pada waktu lalu di tahun 2008 silam yang telah menewaskan ribuan korban jiwa.
Dengan adanya peristiwa tersebut dan melihat rumah sakit yang ada di Gaza kewalahan dalam menampung korban, maka Mer-C menggalang dana dan mendapatkan bantuan sebesar Rp20 miliar dari Kementerian Kesehatan RI.
Dalam proses mendapatkan dana, awalnya MER-C kesulitan, namun rencana tersebut tetap dilaksanakan pembangunan pada 2011, dan diresmikan pada tanggal 27 Desember 2015.***