Internasional

Cerita di Balik Buah Semangka yang Dijadikan Simbol Perjuangan Rakyat Palestina

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Kamis 02 Nov 2023, 17:33 WIB
Semangka, buah yang biasa dinikmati di musim panas, ternyata juga menjadi simbol perjuangan rakyat Palestina. Saat ini sedang trending.

AYOJAKARTA.COM - Semangka, buah yang biasa dinikmati di musim panas, ternyata juga menjadi simbol perjuangan rakyat Palestina.

Hal ini dikarenakan warna semangka yang sama dengan warna bendera Palestina, yaitu merah, hijau, hitam, dan putih.

Penggunaan semangka sebagai simbol Palestina pertama kali muncul pada tahun 1967, ketika Israel menguasai Tepi Barat dan Gaza serta mencaplok Yerusalem Timur.

Setelah ini, pemerintah Israel menggunakan perintah militer untuk menjadikan pengibaran bendera Palestina di depan umum sebagai pelanggaran pidana di Gaza dan Tepi Barat.

Untuk menunjukkan perlawanan mereka, warga Palestina mulai membawa irisan semangka yang melambangkan bendera negara mereka. Hal ini pun menjadi simbol harapan dan semangat untuk kebebasan Palestina.

Semangka juga merupakan bagian besar dari budaya Palestina. Buah ini sering digunakan dalam berbagai hidangan dan bahkan digunakan dalam seni.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Ungkap Karakter Berdasarkan Cara Berdiri, Temukan Jawabannya di Sini!

Pada tahun 1980, seniman Palestina Sliman Mansour terlibat dalam pameran di 79 Galeri. Tentara Israel menutup pameran tersebut karena karya seni Mansour menggunakan bendera Palestina dan warnanya.

Mansour mengatakan bahwa seorang petugas Israel mengatakan kepadanya bahwa semangka pun akan disita jika dicat dengan warna Palestina.

Karya Mansour kini ditampilkan di Galeri Zawyah. Karya terbarunya berfokus pada sosok individu untuk menyampaikan berbagai keadaan antisipasi atau kehilangan yang melelahkan akibat hidup di bawah pendudukan.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Pilih Gambar Pohon yang Paling Kamu Suka untuk Tahu Tipe Pasangan yang Cocok untukmu

Kemudian pada tahun 2007, tepat setelah peristiwa Intifada Kedua, seniman Khaled Hourani membuat sebuah cerita berjudul The Story of the Watermelon yang dimuat dalam buku berjudul Subjective Atlas of Palestine.

Pada tahun 2013, ia mencetak salah satu karyanya itu dan diberi nama The Colours of the Palestinian Flag yang kini gambar semangkanya dijadikan simbol perjuangan rakyat Palestina di seluruh dunia.

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Aris Abdulsalam