Internasional

Terungkap! Penyebab Gempa Bumi Turki yang Menelan Banyak Korban Jiwa, Begini Kata Para Ahli Dunia

Oleh: Admin Rabu 08 Feb 2023, 08:46 WIB
Terungkap! Penyebab Gempa Bumi Turki yang Menelan Banyak Korban Jiwa, Begini Kata Para Ahli Internasional

AYOJAKARTA.COM - Pada hari Senin pagi lalu, 6 Februari 2023 telah terjadi gempa berkekuatan magnitudo 7,8 melanda Turki dan Suriah.

Sebelumnya, menurut informasi dari BMKG melalui Twitter DaryonoBMKG, gempa yang melanda Turki ini merupakan gempa terbesar yang tercatat oleh sismograf(-1900).

Gempa ini berpusat di Turki Selatan, merupakan sejarah baru dalam catatan sejarah gempa di Turki.

Baca Juga: TERPOPULER! Utang Makin Banyak Padahal Sudah Kerja Keras? Kata Mbah Moen Soal Rezeki Tidak Berkah, 5 Amalannya

Pasalnya catatan tetang gempa yang terjadi di Turki selama ini terjadi di sebagian besar wilayah Anatolia Utara di wilayah Turki Utara.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono pun juga mengungkapkan bahwa gempa kerak dangkal yang merusak Turki kali ini berasosiasi dengan zona Sesae Anatolia Timur yang mengimbangu dinamika tektonim Lempeng Arab dan Anatolia.

Gempa hebat tersebut mengakibatkan kerusakan parah. Lalu apakah penyebab gempa bumi Turki yang menelan banyak korban jiwa tersebut?

Baca Juga: TERPOPULER! Asyik, KUR BSI 2023 Resmi DIbuka Lagi, Tidak Ada Bunga dan Bebas Biaya, Cek Syaratnya!

Gempa tersebut terjadi akibat adanya patahan Anatolia Timur. Simak penjelasan patahan Anatolia Timut penyebab gempa Turki.

Dilansir Ayojakarta dari Suara.com, berdasarkan laporan dari Economic Times, gempa yang mengguncang negara Turki memiliki episentrum di 26 km sebelah timur kota Nurdagi pada kedalaman 18 km.

Gempa itu menyebar hingga ke arah timur laut dan menyebabkan kerusakan parah hampit di seliruh wilayah Turki tengah dan Suriah.

Mari Kita Mengenal Patahan Anatolia Timur Penyebab Gempa Turki!

1. Patahan Anatolia Timur merupakan sebuah patahan celah lurus atau disebut dengan strike-slip fault. Pada patahan tersebut, lempeng bebatuan yang solid akan bergerak menuju ke atas dan akan saling berlawanan di sepanjang garis vertikal patahannya.

Hal tersebut dapat menyebabkan tekanan hingga salah satu dari lempeng akan tergelincir dalam gerakan horizontal. Akibatnya, gerakan tersebut dapat melepaskan tekanan dalam jumlah yang luar biasa yang dapat menyebabkan gempa dahsyat.

Pada gempa bumi yang terjadi di Turki, retakan awalnya terjadi di kedalaman yang rendah.

"Getaran di permukaan yang rendah lebih berdampak parah daripada gempa yang akan berada di kedalaman yang lebih dalam pada magnitudo yang sama," menurut ahli dari Open University, David Rothery.

Baca Juga: Sukses Rebut Empati Publik! LPSK Sebut Ini Dampak Doa Richard Eliezer Sebelum Eksekusi Brigadir Yosua

2. Dapat dijelaskan bahwa patahan Anatolia Timur memiliki panjang hingga mencapai 700 km yang lokasinya berada di antara lempeng Anatolian dan juga Arabian. Patahan ini juga berada di dekat wilayah Lipatan Bitliz-Zagros serta Lipatan Kaukasus.

Ada juga pendapat dari pakar dari Yildiz Technical University dan Bogazici University melalui artikelnya di jurnal Geophysical International, mengungkapkan, patahan ini muncul sebagai akibat dari tahap akhir tubrukan dataran di wilayah Eurasia-Arabia.

Hal itu terakhir kali terjadi di akhir pertengahan era Miocene, tepatnya 16 sampai 20 juta tahun yang lalu.

3. Akibat dari patahan Anatolia Timur tersebut, pakar juga menyebut jika beberapa wilayah Turki mengalami pergerakan pada tiap tahunnya.

Turki disebut bergerak ke wilayah barat sekitar 2 sentimeter tiap tahun di sepanjang patahan Anatolia Timur. Disebutkan jika separuh dari panjang patahan ini saat ini diterangi oleh gempa bumi.

Baca Juga: Nekat! Beredar Video Aksi Pencopetan di Jembatan Phinisi Jakarta Selatan, Pelaku Ternyata...

Jadi Kenapa dan Apa Penyebab Banyaknya Korban Jiwa?

4. Seismolog dan koordinator Yayasan Gempa Turki, Seyhun Puskulcu, mengungkapkan orang-orang Turki menyadari jika telah terjadi kerentanan terhadap gempa bumi di wilayahnya.

Tidak dapat dpungkiri, bahwa sebelumnya pihaknya juga sudah mengadakan sosialisasi megenai kesadaran gempa kepada masyarakat di kota Adana, Tarsus, Mersin, dan juga Turki Barat.

5. Beberapa pakar juga menilai jika unsur bangunan di Turki dan Suriah yang rentan, diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyaknya jumlah korban jiwa dalam gempa tersebut.

6. Selain itu, peneliti kehormatan pada Survei Geologi Inggris, Roger Musson, menyebut alasan lain yang menyebabkan gempa Turki sangat mematikan yakni waktu terjadinya gempa. Seperti yang dilaporkan gempa terjadi pada dini hari, atau sekitar pukul 04.17 waktu setempat.

Baca Juga: CEK FAKTA: Heboh Saat Rumah Cak Nun Disegel dan Seluruh Keluarganya Diseret Paksa oleh Densus 88, Benarkah?

Di waktu tersebut memang banyak orang yang masih beristirahat atau tidur, sehingga Musson menyebut situasi saat itu membuat banyak orang terjebak ketika rumah-rumah mereka sudah ambruk akibat guncangan gempa hebat yang terjadi.***

Artikel Serupa Sebelumnya Sudah Tayang di Suara.com dengan Judul Mengenal Patahan Anatolia Timur Penyebab Gempa Bumi Turki

Reporter Admin
Editor Vincensia Enggar Larasati