AYOJAKARTA.COM - Salt bae adalah koki yang dikenal dengan gaya menaburkan garam pada makanan yang ikonik.
Ia nampak hadir dalam perayaan kemenangan Argentina di Piala Dunia 2022, namun aksinya menimbulkan kecaman.
Pasalnya, Salt Bae memegang trofi Piala Dunia 2022 sedangkan terdapat aturan hanya orang-orang tertentu yang boleh memegangnya.
Aksi Salt Bae ini kemudian menimbulkan pertanyaan kenapa ia bisa memasuki lapangan dan dapat memegang trofi kemenangan Argentina pada Piala Dunia 2022.
Baca Juga: Indonesia Menang Tipis 2-1 Atas Kamboja pada Matchday 2 Grup A Piala AFF 2022
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Instaram @finfolkmoney pada Jumat (23/12/2022), Salt Bae merupakan koki yang berasal dari Turki dan merupakan pemilik restoran steak.
Selain dikecam karena memegang trofi Piala Dunia 2022, ia juga sempat dikecam karena hal lain.
Yaitu karena harga steak yang dijual dianggap terlalu mahal.
Saat ini kekayaan Salt Bae menyentuh angka 1 triliun rupiah.
Baca Juga: Tim Tango Menang Piala Dunia Qatar 2022, Bank Sentral Argentina Siapkan Uang Bergambar Lionel Messi
Sebenarnya FIFA memiliki aturan tentang trofi Piala Dunia.
Menurut FIFA, trofi yang terbuat dari emas murni itu hanya dapat disentuh oleh sekelompok orang yang sangat terpilih.
Orang-orang ini adalah pemenang, termasuk mantan pemenang Piala Dunia dan kepala negara.
Sedangkan Salt bae tidak termasuk orang yang bisa memegang trofi tersebut.
Salt Bae bahkan ikut melakukan selebrasi dengan pemenang Piala Dunia 2022 yaitu para pemain Timnas Argentina.
Selebrasi perayaan pemenang Piala Dunia 2022 ini dilakukan di Lusail Stadium, Qatar pada Minggu (18/12/2022).
Salt Bae terlihat ikut memegang trofi, mengangkatnya dan melakukan gaya khasnya yaitu menaburkan garam.
Ia bahkan terlihat menggigit medali emas milik salah satu pemain Argentina yaitu La Albiceleste.
Pada tahun 2021 lalu, Salt Bae pernah dikecam karena menjual steak Tomhawk dengan harga 12 juta rupiah.
Harga tersebut diberikan kepada steak di restorannya karena steak tersebut dipenuhi taburan emas.
Karena harga yang dibandrol dinilai terlalu tinggi maka Salt Bae dan restorannya mendapat kecaman.
Namun dari restorannya tersebut, Salt Bae dapat mengumpulkan kekayaan yang mencapai 1 triliun rupiah.
Baca Juga: Foto Messi Pegang Trofi Piala Dunia Cetak Rekor Like Terbanyak di Instagram
Tidak hanya satu, Salt Bae kini mempunyai 22 restoran.
Tujuh restoran berada di Amerika Serikat dan sisanya tersebar di Mtkonos, Doha dan Dubai.
Kekayaan yang dimiliki olehnya tidak hanya berasal dari restoran usahanya sendiri saja tetapi dari warisan keluarganya yang sudah bergelut di bisnis kuliner secara turun temurun sekitar 300 tahun.
Selain itu, Salt Bae juga memiliki pendapatan dari menjadi influencer sosial media dan penulis.
Restoran Salt Bae sebenarnya tidak dimiliki sendiri, namun dimiliki oleh Dream Group, sebuah perusahaan milik Ferit Sahenk yang merupakan miliarder Turki dan Ketua Grup Dogus.
Ada beberapa yang memegang saham di restoran Salt Bae, di antaranya adalah Temasek Singapura dan Metrical Capital Partner.***