JAKARTA BARAT, AYOJAKARTA.COM -- Kaum ibu yang tergabung dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jakarta Barat berkomitmen mengurangi sampah popok bekas pakai untuk didaur ulang menjadi produk bermanfaat agar bernilai ekonomi.
''Mudah-mudahan dapat mengurangi sampah. Sebab sehari terdapat total 10 ton sampah Jakarta Barat, salah satunya limbah popok bekas pakai,'' kata Ketua Tim penggerak PKK Jakbar Inad Luciawaty, Jumat (15/11/2019).
Pemkot Jakbar dalam hal ini bekerja sama dengan swasta PT KAO Indonesia untuk pengumpulan popok bekas pakai hingga hasil jadi dari daur ulang.
Popok bayi bekas pakai dihargai Rp 2.500 per kilogram. Penjualan popok bayi bekas akan dikoordinasi dengan 28 posyandu di Jakbar mulai 18 November 2019 sebagai proyek percontohan.
Vice President Marketing PT KAO Indonesia Susilowati mengatakan, program pengolahan sampah popok bekas pakai di Jakbar adalah yang pertama di Indonesia.
''Jadi kami harap para ibu PKK bisa dikoordinasikan untuk menyosialisasikan pengolahan popok bekas pakai kepada masyarakat agar tidak digabung dengan sampah rumah tangga,'' jelasnya.
Susilowati berharap, ibu-ibu PKK Jakbar bisa mengumpulkan popok bekas ke depo yang telah disediakan di masing-masing posyandu.
Nantinya, setiap satu pekan akan ada tim yang mengambil sampah popok bekas yang terkumpul di depo.
''Nanti kami akan membawa limbah popok bekas tersebut untuk diolah kembali menjadi bahan bakar minyak untuk mesin produksi dan fiber yang bisa menjadi batako atau pot bunga,'' demikian Susilowati.