Jakarta Barat

Namanya Dicoret, Nenek Mimin Tidak Lagi Terima Bantuan Pangan Non Tunai

Oleh: Admin Rabu 23 Okt 2019, 14:05 WIB
Ilustrasi warga mencairkan BPNT/Antara

JAKARTA BARAT, AYOJAKARTA.COM -- Seorang nenek bernama Mimin (65 tahun) gagal mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Pemerintah Kota Jakarta Barat.

Warga Kelurahan Kebon Jeruk itu mengaku sudah lima bulan tidak menerima BPNT. 

''Setelah Lebaran sudah tidak dapat lagi, digesek (kartu BPNT) tidak bisa terus. Katanya disuruh urus ke kelurahan,'' kata Mimin saat ditemui di Warong Ikan Emas, Jalan Salman RT 002/03 Kebon Jeruk, Rabu (23/10/2019).

Mimin mengatakan, selama ini bantuan berupa beras 8 kilogram dan telur 10 butir sangat membantu keluarganya yang hanya berpenghasilan kurang dari Rp 50 ribu per hari. Sehari-hari, Mimin bergantung pada pendapatan suaminya yang berprofesi sebagai tukang semir sepatu.

Penghasilan suaminya itu dipakai untuk menghidupi empat kepala di rumahnya. Sedangkan dua anaknya hingga kini belum memiliki pekerjaan.

''Dulu saya jadi buruh cuci tapi sekarang sudah tidak karena belakangan ini saya sering sakit kepala parah. Jadi belum urus kartu BPNT di kelurahan,'' ujarnya.

Kondisi Mimin kontras dengan ibu-ibu penerima bantuan lainnya yang datang dengan membawa sepeda motor dan mengenakan perhiasan emas.

Menurut petugas di Warong Ikan Emas Sri Asih, Mimin tidak lagi mendapatkan BPNT sebab tidak memiliki KTP DKI Jakarta. 

Karena itu, kemungkinan nama Mimin telah dicoret oleh pihak kelurahan.

''Setahu saya dia belum memiliki KTP elektronik. Hanya fotokopi KTP selembaran itu saja, itu juga KTP daerah,'' jelas Sri Asih.

Sri Asih mengatakan, hampir setiap pencairan BPNT Mimin selalu hadir. Namun sang nenek kerap pulang dengan tangan kosong karena kartu yang dipakainya tidak dapat digunakan lagi.

''Setiap pencairan memang kami suruh ke sini karena siapa tahu saja kartunya sudah bisa digunakan,'' kata Sri Asih. 

Reporter Admin
Editor Wahyu Sabda Kuncahyo