Jakarta Barat

Peruntukan Monas, Populi Center: Anies Ungguli Ahok

Oleh: Admin Senin 14 Okt 2019, 16:17 WIB
peneliti Populi Center, Jefri Ardiansyah dalam konferensi pers di kantor Populi Center, Slipi, Jakarta Barat, Senin (14/10/2019)/Ayojakarta.com

JAKARTA BARAT, AYOJAKARTA.COM -- Lembaga Populi Center merilis hasil survei penilaian publik terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memasuki dua tahun masa kepemimpinannya. 

Penelitian ini menggunakan metode eksperimental secara scientific dengan sampling di enam kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta. Survei diadakan dari 9-18 September 2019. 

"Dalam metode eksperimental ini kita mencoba untuk menggali rasionalitas publik Jakarta dan kita menggunakan dua kuesioner yang berbeda," ujar peneliti Populi Center, Jefri Ardiansyah dalam konferensi pers di kantornya, Slipi, Jakarta Barat, Senin (14/10/2019).

AYO BACA : Anies Klaim 13.109 Penonton Hadiri Konser Akbar Musik Klasik di Monas

Salah satu hasil survei berkaitan peruntukkan kawasan Monumen Nasional (Monas), Anies mengungguli gubernur terdahulu, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dalam kepuasan publik. Persentasenya hampir menyentuh 80 persen, sedangkan Ahok hanya 13,3 persen. 

"Sekitar 79 persen itu menyatakan bahwa kebijakan pengolahan Monas di era Anies jauh lebih tepat dibandingkan dengan kebijakan pembangunan di era Ahok," ucap Jefri.

Persentase cukup kecil diperoleh Ahok lantaran akses penggunaan fasilitas Monas dibatasi. Sebaliknya, di masa pemerinthan Anies lebih leluasa masyarkat menggelar kegiatan di Monas. 

AYO BACA : Meski Berbiaya Mahal, Anies Yakin Manfaat Formula E Sebanding untuk Jakarta

"Era Ahok tidak dapat digunakan, untuk kegiatan pendidikan sosial budaya maupun keagamaan karenakan Monas dianggap sebagai zona Netral sehingga bebas dari kegiatan tersebut selanjutnya," tuturnya. 

Sampel diambil dari 600 resposden yang dibagi menjadi 300 responden eksperimen dan 300 responden kontrol. Pengambilan sampel ini dilakukan secara acak dengan margin of error +4.00 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Proporsi pria dan wanita dibagi rata 50 persen.

Kuesioner pertama (eksperimen) bertuliskan nama gubernur dam program kerja. Sedangkan, kuesioner kedua (kontrol) hanya berisikan program kerja tanpa ada kedua nama gubernur Ahok dan Anies.

"Jadi kuesioner yang pertama dengan sampling sejumlah 300 responden kita gunakan itu sebagai apa kuesioner eksperimen dan disitu kita lekatkan nama gubernur Anies dan juga Gubernur Ahok dan juga diksi-diksi program yang melekat dengan nama gubernur masing-masing," bebernya. 

AYO BACA : Khawatir dengan Situasi di Jakarta, Anies Batal ke Denmark

Reporter Admin
Editor Widya Victoria