Jakarta Barat

Warga Siap Bantu Bangun Septic Tank Asal Tidak Dibebankan Biaya

Oleh: Admin Selasa 08 Okt 2019, 16:26 WIB
Kondisi lingkungan warga di Tanjung Duren, Jakarta Barat/Ayojakarta.com

JAKARTA BARAT, AYOJAKARTA.COM --  Warga Tanjung Duren Utara, persisnya di RT15/07 menyambut baik rencana pembangunan septic tank komunal oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat. Inisiatif pembangunan itu dilakukan setelah melakukan dialog bersama warga setempat, Senin (7/10/2019) kemarin.

''Mereka rencanakan dalam dua minggu ini. Nanti mereka panggil ahlinya bagaimana pembuatan septic tank. Itu hasil rapat kemarin,'' ujar Ketua RT 15, Tanjung Duren Utara, M. Sitanggang (61), Selasa (8/10/2019).

Menurut Sitanggang, warga pun bersedia membantu dalam pengerjaannya. Termasuk melakukan perawatan saluran sanitasi setelah dibuatkan septic tank. Namun, warga sebisa mungkin tidak dilibatkan masalah materi. 

''Kita sama-sama menjaga. Cuma dari pengurus menyarankan kepada mereka (Pemerintah Kota Jakarta Barat) jangan disangkutpautkan masalah biaya,'' kata Sitanggang. 

Dikatakan Sitanggang, rencananya terdapat dua atau tiga titik akan dibuatkan septic tank komunal. ''Nanti melihat situasi dan kondisi,'' ucapnya.

AYO BACA : Walhi: Pemprov DKI Lamban dalam Pengadaan Septic Tank Warga

Sementara, mengenai limbah yang langsung dibuang ke kali, Sitanggang selalu mengimbau warganya agar tidak membuang sampah rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya. 

''Mereka bukan buang dari ember ke sini (kali) segala sesuatunya kan dari kamar mandi melalui saluran yang terhubung ke kali di daerah tersebut,'' imbuhnya.

Ditambahkan Sitanggang, jarak antar rumahnya di permukiman padat penduduk itu hanya berjarak sekitar 1 meter dari kali. Dengan dibatasi jalan kecil yang bisa dilalui oleh satu sepeda motor. Setiap rumah kontrakan terdiri enam kamar dan terdapat satu kamar mandi. ''Kalau yang membuangnya ke kali sekitar 21 rumah. ini ada 16 toilet,'' ucapnya.

Aktivis kampung Tanjung Duren Utara, Andi Nur Cahyadi menyampaikan, dalam pembangunan septic tank komunal pemerintah membutuhkan kajian beberapa hal. 

''Kemarin juga baru dialog itu tidak bisa secepatnya untuk bangun. Karena ada pertimbangan geografisnya terus persiapannya dan budgetnya,'' tuturnya. 

AYO BACA : Kemenkes Usahakan Layanan Kesehatan Jiwa Bisa Dilakukan di Semua Puskesmas

Reporter Admin
Editor Lopi Kasim