JAKARTA BARAT, AYOJAKARTA.COM--Sejumlah pengungsi suaka politik dari berbagai negara yang menetap di tempat penampungan sementara di bekas gedung Kodim Kalideres, Jakarta Barat, menderita infeksi saluran pernapasan (ISPA).
Dua dokter dibantu beberapa petugas medis Puskesmas Kalideres tampak kewalahan melayani pasien. Bahkan beberapa di antara pengungsi ini tidak bisa berbahasa Inggris dan Indonesia, sehingga perlu didampingi penerjemah.
AYO BACA : 998 Pencari Suaka Tempati Tenda Sementara di Kalideres
"Mayoritas pengungsi menderita ISPA, seperti batuk dan flu," kata Anton, dokter dari Puskesmas Kalideres saat ditemui di lokasi penampungan, Jumat (12/7/2019).
Dia menjelaskan bahwa Pemerintah DKI Jakarta memberikan bantuan pengobatan gratis untuk para pengungsi suaka sebagai bentuk peduli kemanusiaan kepada mereka yang menjadi korban konflik dan perang.
AYO BACA : Para Pencari Suaka Mendapat Pengobatan dari Puskesmas Kalideres
"Untuk pemeriksaan penyakit harus dilakukan di Puskesmas atau rumah sakit, karena sekarang khusus untuk pengobatan saja," ujarnya.
Lebih lanjut Anton menganjurkan pengungsi agar menghabiskan obat yang telah diberikan serta menjaga kebersihan di sekitar kawasan penampungan.
Selain mengidap ISPA, beberapa di antara pengungsi ini juga ada yang mengalami demam panas, patah tulang dan juga hamil, sehingga perlu mendapatkan penanganan medis yang intensif.
AYO BACA : Jalan Panjang Para Pencari Suaka