AYOJAKARTA.COM - Pembangunan tanggul Kali Grogol di Segmen Kemanggisan, Jakarta Barat, membawa perubahan besar.
Proyek tanggul Kali Grogol sepanjang 1.480 meter ini sukses memperkuat tebing sungai dan mencegah luapan air secara langsung.
Meski demikian, warga setempat merasa ancaman banjir belum sepenuhnya hilang dari pemukiman mereka.
Tantangan utama kawasan ini adalah kondisi geografisnya yang berada di dataran cekung.
Posisi pemukiman warga jauh lebih rendah daripada kompleks perumahan di sekitarnya.
Saat hujan deras, air dari dataran tinggi otomatis mengalir turun dan berkumpul di kawasan cekungan ini.
Selain masalah geografis, sistem drainase lokal juga menjadi pemicu munculnya genangan.
Warga menjelaskan bahwa air sering keluar dari lubang-lubang saluran air saat curah hujan tinggi.
Sistem saluran air di dalam pemukiman dinilai belum mampu menampung debit air kiriman yang datang dari berbagai arah.
Meski dibayangi kekhawatiran, warga tetap merasakan dampak positif sejak tanggul dibangun.
Banjir yang masuk ke dalam rumah kini jauh lebih cepat surut. Selain itu, kondisi air banjir juga menjadi lebih jernih jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang cenderung sangat kotor.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan perhatian serius terhadap penataan kawasan ini.
"Dan nanti kalau jalannya sudah selesai, tidak diperbolehkan siapa pun membuat bangunan liar di atas jalan ini," ujar Pramono Anung, dilansir dari laman Website Berita Resmi Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Dia menegaskan bahwa infrastruktur yang sudah baik harus dirawat bersama agar tidak kembali kumuh.
Sebagai langkah tegas, Pramono menginstruksikan Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk menjaga ketertiban kawasan tersebut.
Lahan di sepanjang bantaran sungai akan dialihfungsikan menjadi taman dan area penghijauan.
Langkah ini bertujuan agar lingkungan sekitar Kali Grogol menjadi lebih asri, rapi, dan mencegah risiko tanah longsor.
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menyelesaikan sisa pembangunan tanggul sepanjang 600 meter hingga ke ujung segmen.
Anggaran untuk kelanjutan proyek ini sudah dialokasikan dalam APBD DKI Jakarta Tahun 2026.
Selain tanggul, proyek ini juga dilengkapi dengan dinding penahan banjir atau parapet beton.
Pemerintah juga membangun jalan inspeksi, trotoar, dan saluran gendong di sepanjang sungai.
Saluran gendong ini berfungsi menampung limpasan air dari pemukiman agar tidak langsung membebani tebing kali.
Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta terus mengoptimalkan kapasitas tampung Kali Grogol untuk memperlancar aliran air menuju hilir.***