TEBET, AYOJAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) terus memantau tinggi muka air guna mewaspadai tingginya curah hujan di hulu sungai dan memantau ketinggian serta mengantisipasi luapan sungai.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Yusmada Faizal, menjelaskan bahwa status pintu air bervariasi, yaitu normal, waspada (siaga 3), siaga (siaga 2), dan awas (siaga 1).
Berdasarkan monitoring Dinas SDA DKI Jakarta pada pukul 21.00 WIB, hujan pada Jumat 12 November 2021 sore, tidak ada pintu air berstatus awas (siaga 1). Namun, ada beberapa pintu air di antaranya seperti Pintu Air Yo Sudarso 1 berstatus siaga 2, Pintu Air Flusing Ancol siaga 2, Pintu Air Karet siaga 3, dan Pintu Air Gadung siaga 3, sedangkan pintu air lainnya berstatus normal.
"Kami terus memonitoring tingggi muka air di pintu air. Pemprov DKI Jakarta juga langsung bergerak cepat dengan menerjunkan petugas ke titik-titik genangan, sehingga cepat surut. Kami terus siaga ketika curah hujan tinggi untuk meminimalisir dampak banjir di DKI Jakarta," ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Jumat 12 November 2021.
Sementara itu, Lurah Setu Jakarta Timur, Jenuri, mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada genangan di Kelurahan Setu.
"Titik rawan lainnya di Taman Kembang Sepatu, Taman Bambu, Jalan Rukun, Perumahan Setu Indah masih nihil. Untuk Perumahan Setu Indah, Gang Rukun dan Taman Kembang Sepatu bersumber dari luapan Kali Cilangkap," ujarnya.
Di lokasi lainnya, tepatnya di Kelurahan Cipayung, Jakarta Timur, terdapat beberapa titik genangan air, namun saat ini sudah surut.
Kemudian, Camat Mampang Prapatan, Djaharuddin, mengatakan genangan air di beberapa titik di Kecamatan Mampang Prapatan sudah surut seluruhnya.
Menurut Djaharuddin, genangan air di kawasan tersebut terpantau mencapai sekitar 1 meter di sejumlah wilayah, di antaranya Kemang Raya, Kemang Utara Raya, Jalan Bank, dan Kemang RT 12 RW 3.
"Sebagai antisipasi, kami sudah ingatkan warga untuk bisa ke musala dan masjid di wilayah yang lebih tinggi. Tim kecamatan juga sudah siap dengan perahu karet," jelas Djaharuddin.
Berdasarkan pantauan BPBD DKI Jakarta, informasi genangan dan banjir saat ini, ada 23 RT atau 0,04% dari 30.470 RT yang ada di DKI Jakarta.
Saat ini, kondisi tengah ditangani oleh pihak Kelurahan setempat bersama PPSU, Tim TRC BPBD DKI Jakarta, Dinas SDA DKI Jakarta, Satpol PP DKI Jakarta, Tagana & Disgulkarmat DKI Jakarta yang ditargetkan akan surut dalam waktu cepat.