Jakarta Pusat

Pembangunan Sumur Resapan Dipertanyakan, Ini Jawaban Ariza

Oleh: Aini Tartinia Selasa 09 Nov 2021, 15:04 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

TEBET, AYOJAKARTA - Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengkritisi tujuan dibangunnya sumur resapan oleh Pemprov DKI lantaran dibangun di atas trotoar.

Melalui sebuah video yang diunggah, Ferdinand mengomentari penempatan sumur resapan (SR) di atas trotoar merupakan proyek "bodoh". Ia mempertanyakan, lantas dari mana air akan masuk jika keberadaan trotoar lebih tinggi ketimbang posisi permukaan jalan.

"Air apa yang akan meresap ke dalam? Ini Pemprov DKI betul-betul akalnya nggak jalan," ujar Ferdinand, seperti dikutip Ayojakarta, Selasa (9/11).

Nyinyiran Ferdinand tersebut dijawab oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria atau yang kerap disapa Ariza ini melalui akun Twitter pribadinya. Menurutnya, beredar video mengenai kesalahpahaman atas penempatan SR di atas trotoar dan menjelaskan cara kerjanya.

"Berikut cara kerjanya: 1) Air akan masuk melalui tali2 air ke bak kontrol yg kotak, 2) Air akan disaring sebelum masuk ke SR (bulat). Contoh ini SR Gandaria City, terima kasih, hormat kami," tulis akun @ArizaPatria.

Jawaban Ariza tersebut oleh salah seorang warganet dengan nama akun Twitter @Mdy_Asmara1701 langsung dimasukkan ke dalam video nyinyiran Ferdinand.

Pria berusia 44 tahun itu lantas merespon akun tersebut, bahwa penjelasan cara kerja sumur resapan tidak masuk akal bagi Ferdinand.

"Kasihan para pendukung @aniesbaswedan ini, tidak tau lokasi dan kondisi tapi merasa pintar. Lokasi itu hanya beberapa meter dari banjir kanal timur. Lubang saluran air yang kecil di jalan itu sudah lama ada dan itu mengalirkan ke saluran menuju BKT. Jadi, untuk apa sumur di atas? Bego," ucapnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memang tengah memasifkan pembangunan sumur resapan sebagai antisipasi bencana hidrometeorologi. Proyek ini juga dibuat sebagai program untuk mengatasi banjir di DKI Jakarta, selain melakukan normalisasi 13 sungai.

Reporter Aini Tartinia
Editor Firda Puri