TEBET, AYOJAKARTA -- Berbagai langkah strategis dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam mengendalikan banjir.
Hal ini disampaikan Asisten Pemerintahan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, menanggapi laporan LBH Jakarta terkait penanganan banjir.
Sebelumnya, Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada LBH Jakarta yang telah menyerahkan laporan kepada Pemprov DKI Jakarta sebagai bentuk demokrasi dalam berbangsa dan bernegara.
Penanganan banjir di DKI Jakarta saat ini jauh lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya
“Namun, ada beberapa hal yang perlu diketahui masyarakat mengenai upaya dan langkah apa saja yang diambil Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi permasalahan kota, termasuk terkait pengendalian banjir,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers Pejabat Pengelola Informasi Dokumentasi (PPID) Provinsi DKI.
Menurut Sigit, penanganan banjir di DKI Jakarta saat ini jauh lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya.
Sebagai contoh, banjir yang terjadi pada 20 Februari 2021 disebabkan hujan ekstrem 226 mm/hari yang melebihi kapasitas tampungan drainase DKI Jakarta yang berkisar 100-150 mm/hari.
Kejadian tersebut berdampak pada 49 RT dari total 30.470 RT di Jakarta (1,6 % dari total area).
Namun, berbeda jauh dibandingkan dampak banjir pada tahun-tahun sebelumnya dengan curah hujan yang sama, banjir tersebut berhasil ditangani secara cepat, sehingga warga bisa langsung kembali beraktivitas sehari setelahnya.
Dalam pengendalian banjir, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai program yang tidak berorientasi pada betonisasi. Kegiatan itu antara lain:
- program Gerebek Lumpur dengan mengintensifkan pengerukan pada selokan, kali, situ, waduk.
- membuat olakan-olakan, memperbaiki saluran air
- mengintensifkan instalasi sumur resapan atau drainase vertikal
- mengimplementasikan Blue and Green yaitu taman yang menjadi kawasan tampungan air sementara saat intensitas hujan tinggi,
- penyediaan alat pengukur curah hujan
- perbaikan pompa.