TEBET, AYOJAKARTA - Data Kemendikbudristek per 22 September 2021mencatat adanya temuan 25 klaster Covid-19 dalam uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Jakarta.
Dari total 899 responden sekolah di ibu kota, disebutkan Jakarta Barat menjadi wilayah dengan klaster PTM terbanyak, yakni 8 klaster. Jakarta Timur ada 6 klaster, Jakarta Utara tercatat 5 klaster, lalu 1 klaster di Jakarta Pusat.
Ayojakarta mencoba menghubungi Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta untuk mengonfirmasi 25 data klaster PTM terbatas di sekolah Jakarta. Kabid SMP-SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Putoyo justru kaget baru mengetahui hal tersebut.
"Kami belum dapat 25 data sekolah tersebut," ujar Putoyo kepada Ayojakarta, Kamis (23/9/2021).
Diketahui dari data survei Kemendikbudristek, hingga 20 September 2021 ada 2,78% satuan pendidikan penyelenggara PTM terbatas yang menjadi klaster Covid-19. Jika dilihat dari total jumlah sekolah yang sudah melakukan PTM terbatas, klaster Covid-19 ada di 1.296 sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Kasus penularan itu kira-kira 2,8 persen yang melaporkan," ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dasmen) Kemendikbudristek, Jumeri, dalam diskusi daring yang dikutip dari Youtube, Rabu (22/9/2021).
Berdasarkan data yang dipaparkan, total sekolah yang sudah melakukan PTM terbatas dan menjadi responden survei pelaporan tersebut ada 46.580 sekolah, mencakup PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.296 sekolah menyatakan ada klaster Covid-19 pada pelaksanaan PTM terbatas yang telah dilakukan. Klaster Covid-19 itu terdiri dari 7.307 pengajar dan tenaga kependidikan (PTK) serta 15.429 peserta didik yang berstatus positif Covid-19.
Rinciannya, jenjang SMA paling banyak ditemukan klaster Covid-19 yaitu sekitar 4,54%. Jenjang SMP ada 3,40%, lalu jenjang SD 2,78%, kemudian jenjang PAUD 1,94%, tingkat SMK 3,09%, dan SLB tercatat 3,32%.