Jakarta Pusat

Pemprov DKI Butuh Relawan Nakes Bantu Tangani Pandemi Covid-19

Oleh: Admin Senin 26 Jul 2021, 07:45 WIB
Ahmad Riza Patria sebelum pada masa pandemi Covid-19. (Ayojakarta.com/Khoirur Rozi)

TEBET, AYOJAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) mengaku ibu kota saat ini masih kekurangan tenaga kesehatan (nakes) meski kasus Covid-19 sudah menurun.

Dia menambahkan, nakes yang bertugas saat ini jumlahnya sangat terbatas. "Kami perlu tambahan tenaga kesehatan, kami ajak semua yang punya keahlian, kompetensi untuk mendaftar sebagai relawan," kata Ariza dikutip Ayojakarta dari unggahan video di akun Instagram pribadinya @arizapatria, Minggu 25 Juli 2021.

Ariza mencontohkan di RSUD Tebet jumlah nakesnya sangat minim jika dibandingkan jumlah pasien yang datang. Di rumah sakit tipe C tersebut saat ini memiliki 285 nakes yang melayani rata-rata 400 hingga 500 kunjungan pasien.

"Kami selalu upayakan fasilitas yang terbaik. Memang perlu ada peningkatan jumlah nakes. Oksigen cukup dan obat juga, cuman nakes kami perlu tambah," katanya.

Menurut dia, pemerintah pusat menjanjikan akan menyiapkan sekitar 1.000 relawan kesehatan yang diharapkan bisa langsung terjun dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Ariza menyebut rasio keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan Covid-19 di ibu kota sudah mengalami penurunan seiring dengan kasus Covid-19 yang juga menurun.

Angka BOR dari sebelumnya di atas 90%, saat ini menjadi 77% atau terisi total 9.049 orang. "Ada penurunan cukup baik, mudah-mudahan ini pertanda baik dan keberhasilan PPKM," kata Ariza.

Di DKI Jakarta terdapat sebanyak 140 rumah sakit yang merawat pasien Covid-19. Penurunan angka BOR tidak hanya terjadi di ruang isolasi, tapi juga ruang unit perawatan intensif (ICU).

BOR di ICU turun menjadi 88% dari sebelumnya 95%. Saat ini, keterisian tempat tidur di ICU mencapai 1.432 pasien.

Reporter Admin
Editor Husnul Khatimah