GAMBIR, AYOJAKARTA - Ibu Kota Jakarta tengah memasuki fase genting lonjakan kasus Covid-19 dengan peningkatan jumlah kasus positif melonjak 50% dan keterpakaian tempat tidur rumah sakit meningkat tajam mencapai 78% untuk ruang isolasi, dan 65% untuk ruang ICU.
Sayangnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersikukuh tidak akan melakukan pengetatan aturan dan menyerahkan pada masyarakat untuk menjaga kedisiplinan.
DRPD DKI Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali menyalahkan langkah Anies yang seolah-olah "angkat tangan" dan berserah pada masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan untuk mengatasi ledakan kasus Covid-19 di Jakarta.
"Jakarta gagal mengantisipasi kenaikan kasus. Di saat kasus covid-19 meledak, Anies malah kehilangan fokus dan lebih sibuk dengan roadbike serta safari politik," ujar Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad dalam keterangan resminya, Rabu 16 Juni 2021.
Padahal, Pemprov DKI seharusnya fokus menegakkan aturan PPKM Mikro sehingga tidak terjadi kerumunan ataupun klaster-klaster baik di pemukiman maupun perkantoran. "Aturan batas kapasitas 30% tidak lagi diawasi, aturan kerja di rumah tidak dipantau, sehingga kembali muncul klaster perkantoran dan kerumunan di mana-mana," tambahnya.
Selain itu, pelaksanaan micro lockdown di RT yang masuk zona merah juga kerap diabaikan karena minimnya pengawasan seperti yang diungkap Dinas Kesehatan DKI Jakarta bahwa 51% kasus Covid-19 baru berasal dari RT yang justru telah diterapkan micro lockdown.
"Percuma membuat aturan kalau tidak diawasi. Tidak cukup hanya pasrah menyerahkan ke warga," ujar anggota Komisi E DPRD DKI ini.
Pemprov DKI juga dapat berinovasi dalam menerapkan aturan PPKM Mikro seperti yang tertuang di Inmendagri Nomor 13 Tahun 2021, salah satunya dengan memperluas pelaksanaan micro-lockdown dari hitungan RT menjadi hitungan RW sehingga penularan bisa ditekan.
"Semisal dilakukan lockdown satu RW bila ada satu RT di dalamnya terdapat kasus positif. Kemudian, Pemprov DKI Jakarta dapat memanfaatkan lockdown tersebut untuk melakukan tracing secara lebih menyeluruh, sekaligus memutus rantai penularan secara lebih luas," imbuhnya.
Idris juga mendesak Anies membatalkan sejumlah agenda safari luar kota dan fokus melakukan pembenahan agar lonjakan kasus Covid-19 dapat ditekan. "Jangan sampai Anies terus kehilangan fokus dan angka lonjakan semakin tidak terkendali," pungkasnya.