Jakarta Pusat

Gubernur Anies Bagikan Pedoman Bersepeda di Jakarta, Jangan Asal Gowes Ya!

Oleh: Admin Senin 15 Mar 2021, 09:59 WIB
Gubernur Anies Bagikan Pedoman Bersepeda di Jakarta, Jangan Asal Gowes Ya!

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membagikan pedoman etika bersepeda di jalan raya melalui akun Instagramnya @aniesbaswedan. Warganet menyambut baik panduan tersebut lantaran masih banyak pesepeda yang tidak mengerti aturan.

"Teman-teman pesepeda yang baik hatinya. Kiranya penting berbagi cerita saat bersepeda dan menempatkan diri saat di persimpangan dan kemana hendak menuju," ujar Anies dalam akun Instagramnya yang dikutip Senin (15/3/2021).

Dalam panduan etika bersepeda itu dijelaskan saat bersepeda akan belok kanan, pesepeda diminta ambil posisi lajur kanan dan memberi isyarat dengan tangan kanan ketika sisi kiri terdapat kendaraan roda empat.

Kemudian, saat bersepeda akan lurus ambil posisi lajur kanan, sisi kiri kendaraan roda empat atau lajur kiri sisi kanan kendaraan roda empat. 

"Khan bisa saja kita posisi tanpa sengaja di sebelah kanan sementara kitanya mau ke kiri. Sejatinya ke mana kita akan belok itu cuman kita dan Tuhan yang tahu. Mari bantu pengguna jalan yang lain untuk bisa memahami kita dengan berlatih menempatkan diri," kata Anies.

Lebih dari 4.200 netizen menyukai postingan Anies dan menyatakan sangat bermanfaat lantaran masih banyak pesepeda yang tidak mengerti aturan. Bahkan, di jalur sepeda yang sudah disediakan saja banyak yang malah keluar jalur.

Akun @rezaindm meminta agar panduan ini dibagikan atau dipasang di jalur sepeda yang sudah ada. 

"Nah ini bagus pak buat edukasi, mungkin bisa ditempel di dekat jalur2 sepeda yang ada. Saya setuju dan apresiasi sama jalur sepeda, tetapi kadang masih banyak pesepeda yang keluar jalur," katanya.

"Udah di ksh jalur khusus msh aja pada di tengah jalannya, giliran keserempet ngamok," ujar @agung_amaludin.

Sementara, @rizashoot meminta Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan menyusun panduan itu bukan hanya sebuah etika melainkan menjadi peraturan.

"@dishubdkijakarta jangan pake kata ETIKA tapi ganti dengan peraturan. Karena siapapun di jalan raya merasa sudah beretika. Mari membenahi kota dengan menegakkan peraturan dengan disiplin," tegasnya.

Reporter Admin
Editor Husnul Khatimah