JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Penyerapan anggaran bantuan sosial (bansos) sembako dari Kementerian Sosial bagi warga Jabodetabek selama pandemi sebesar Rp5,65 triliun atau 82,59 persen. Penyaluran bantuan ini akan selesai pada Desember nanti.
“Saat ini realisasinya 82,59 persen atau nominalnya Rp 5,65 triliun,” kata Menteri Sosial Juliari Batubara saat konferensi pers, Rabu (4/11/2020).
AYO BACA : Penerima Bansos: Lumayan Buat Nyambung Hidup, Lauk Bisa Seadanya
Ia menerangkan, pada periode awal yakni April hingga Juni, bansos sembako yang disalurkan kepada masyarakat senilai Rp600 ribu per keluarga per bulan. Namun kemudian pemerintah melakukan penyesuaian besaran bantuan pada Juli hingga Desember menjadi Rp300 ribu.
“Karena pada bulan Juli itu kita mengetahui juga ada tambahan-tambahan program baru dari pemerintah yang melengkapi beberapa program-program perlindungan sosial yang sudah berjalan,” ujar dia.
AYO BACA : Pemprov DKI Hanya Bagi Sembako di Jaktim dan Kepulauan Seribu, Wilayah Lainnya dari Bansos Kemensos
Sedangkan untuk bansos tunai bagi warga terdampak Covid-19 di luar Jabodetabek, anggaran telah terserap sebesar Rp25,8 triliun dari total anggaran Rp32,4 triliun. Bantuan ini juga masih berjalan hingga Desember nanti.
Juliari optimistis penyaluran bansos tunai tak akan menemui kendala dan dapat terserap 100 persen. Sementara, untuk bansos tunai bagi keluarga penerima manfaat sembako non PKH telah tersalurkan 100 persen yakni sebesar Rp4,5 triliun.
“Ini sifatnya ditransfer langsung ke rekening, rekening keluarga penerima manfaat seluruhnya ada di bank himbara ini sudah dieksekusi di September yang lalu,” jelas Juliari.
AYO BACA : Donasi dari Pemprov DKI dan Gede Widiade Untuk Para The Jakmania