Jakarta Pusat

Tanggap Evakuasi, Kepala Dinas Gulkarmat Petakan Lokasi Rawan Banjir di Jakarta

Oleh: Admin Jumat 16 Okt 2020, 19:14 WIB
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan/dok: beritajakarta.id

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM – Menghadapi musim penghujan, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, meminta para Kepala Sektor (Kasektor) untuk memetakan lokasi rawan banjir atau genangan di Ibu Kota.

Satriadi mengatakan, dengan begitu nantinya petugas akan lebih sigap melakukan tindakan evakuasi atau penyelamatan pada para korban banjir.

AYO BACA : Musim Hujan, Pemkot Jakut Siapkan 14 Lokasi Pengungsian Banjir di Kelurahan Penjagalan

\"Lokasi-lokasi mana saja yang berpotensi kalau ada genangan saat banjir kami akan lakukan penyedotan untuk mempercepat genangan atau banjir surut. Intinya kami siap melakukan perbantuan,\" kata Satriadi, dilansir beritajakarta.id, Jumat (16/10/2020).

Satriadi juga perintahkan, para Kepala Sektor agar berkoordinasi dengan lurah camat setempat dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk membersihkan tali-tali air dan saluran baik di jalan maupun permukiman warga.

AYO BACA : Gencar Kampanye 3T kepada Warga, Kasus Covid-19 di Cilincing Menurun

\"Saya mengeluarkan Surat Instruksi kepada Kasektor untuk berkoordinasi dengan Satpel SDA dan para lurah serta  camat untuk bisa membantu membersihkan tali air yang tersumbat yang mengakibatkan genangan di jalan-jalan,\" ungkap Satriadi.

Satriadi mengatakan, kapasitas air unit pompa berkisar 2.500 hingga 10.000 liter yang memiliki tekanan atau daya semprot bervariasi.

Khusus untuk pembersihan tali-tali air dan saluran dapat menggunakan unit pompa bertekanan tujuh sampai 17 bar.

Untuk itu dirinya menyebut, petugas damkar dapat menggunakan unit pompa di posnya masing-masing untuk membersihkan saluran dan tali-tali air. 

\"Seringkali tali-tali air itu tersumbat atau mampet karena ada sampah-sampah atau buangan. Dengan menggunakan unit pompa bertekanan tujuh sampai 17 bar dan dilengkapi nozzle, kita bisa mendorong sampah biar lancar. Jadi tidak perlu membongkar,\" kata Satriadi.

AYO BACA : Ada Penambahan 4.301, Kini Total Kasus Covid-19 di Indonesia Melebihi 350 Ribu (Update 16 Oktober 2020)

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono