MATRAMAN, AYOJAKARTA.COM -- Sebanyak 123 dari 2.490 demonstran yang diamankan ternyata reaktif Covid-19. Para demonstran ini berasal dari kelompok buruh dan mahasiswa yang menolak Omnibus Law Cipta Kerja.
Atas temuan itu, Satuan Tugas Covid-19 meminta Pembentukan Satgas di tingkat perusahaan. Satgas ini nantinya akan mendata buruh yang mengikuti aksi tolak Omnibus Law tersebut.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, buruh yang mengikuti demo akan menjalani pemeriksaan awal atau screening. Jika ditemukan kasus reaktif Covid-19, maka diperlukan penelusuran kontak erat.
"Satgas ini selanjutnya dapat berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat agar segera melakukan skreening buruh yang mengikuti aksi. Bagi mereka yang reaktif, maka dapat segera ditelusuri kontak terdekatnya," kata Wiku di Graha BNPB, Selasa (13/10/2020).
Selain itu, Wiku juga meminta aparat TNI-Polri memeriksa anggotanya yang bertugas mengamankan demostrasi itu. Langkah ini untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 dari klaster demonstrasi.
"Kami meminta kepada Kepolisian dan TNI untuk melanjutkan testing kepada para anggotanya yang bertugas mengamankan aksi minggu lalu. Jika reaktif maka telusuri kontak dekatnya," jelas Wiku.
Perlu diketahui, 123 demonstran reaktif Covid-19 berasal dari beberapa provinsi di antaranya Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Yogyakarta.
Temuan kasus reaktif ini membuat Satgas Covid-19 khawatir. Dalam dua sampai tiga pekan ke depan, kata Wiku, jumlah kasus Covid-19 berpeluang meningkat akibat adanya demonstrasi.
"Ini adalah cerminan puncak gunung es dari hasil pemeriksaan yang merupakan contoh kecil saja bahwa virus ini dapat menyebar dengan cepat dan luas," imbuhnya.