GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta tengah bersiap menghadapi banjir pada musim penghujan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan pompa di sejumlah titik.
Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Juaini Yusuf mengatakan, saat ini pihaknya memiliki tiga jenis pompa untuk pengendalian banjir yaitu Pompa Stasioner, Pompa Mobile, dan Pompa Apung.
Ketika tinggi muka air meningkat, Pompa ini akan bekerja langsung untuk memompa air menuju sistem drainase yang lebih besar. Menurut Juaini, kondisi Pompa Stasioner 90% dalam keadaan baik.
AYO BACA : Dana BLT (BSU) Tahap 5 Belum Cair? Pemilik Rekening BCA, Perhatikan 4 Ketentuan Ini
"Sisanya masih dalam perbaikan. Untuk pompa yang kondisinya baik pun secara rutin kami lakukan pengecekan agar pompa dapat bekerja secara optimal pada saat musim hujan," jelas Juaini, Senin (12/10/2020).
Selain pompa statisioner, Juaini mengungkapkan tahun ini pihaknya juga telah menyiapkan penambahan sekitar 10 unit pompa mobile. Jumlah tersebut akan terus ditambah seiring kebutuhan.
"Saat ini kami telah mempunyai 160 unit pompa mobile dengan kapasitas hingga 400 liter per detik. Jumlah tersebut akan bertambah sekitar 10 unit. Pompa mobile tersebut diprioritaskan untuk lokasi seperti Kali Betik, Muara Angke dan Teluk Gong, serta lokasi rawan genangan lainnya," katanya.
AYO BACA : Mulai Awal November 2020, Beberapa Golongan Ini Dapat Vaksin Covid-19 Gratis
Kemudian yang terbaru, Dinas SDA saat ini memiliki 65 unit Pompa Apung di lima wilayah DKI Jakarta. Pompa Apung memiliki bentuk simpel sehingga praktis digunakan untuk menyedot air di permukaan yang tidak dapat dilalui Pompa Mobile.
"Meski ukurannya lebih kecil dan bentuknya lebih sederhana, daya sedot Pompa Apung cukup besar, yakni mencapai 50 liter per detik. Kami berharap Pompa Apung ini dapat semakin memaksimalkan penanganan banjir di seluruh wilayah DKI Jakarta," katanya.
Selain penyediaan pompa, pengerukan lumpur juga terus dilakukan di sungai, waduk, embung, hingga setu yang ada di Ibu Kota. Grebek lumpur ini telah menjangkau dua lokasi, yakni Waduk Ria Rio dan Kali Baru.
"Ini merupakan program berkelanjutan yang telah dilakukan sejak Maret 2020 dan akan berakhir pada Desember 2020. Program Gerebek Lumpur ini bertujuan untuk memaksimalkan daya tampung saluran dan kali, sehingga diharapkan dapat mencegah luapan air dari kali dan saluran ke permukiman warga," imbuhnya.
AYO BACA : Taman Margasatwa Ragunana Besok Buka, Ini Aturannya!