GAMBIR, AYOJAKARTA.COM – Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, menyebutkan telah memperbaiki beton movable concrete barrier (MCB) atau beton pembatas jalur bus Transjakarta yang rusak karena aksi demonstrasi buruh dan mahasiswa yang menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) kemarin.
Hari mengatakan, pihaknya telah mengerahkan sebanyal 50 satuan tugas (satgas) dan empat unit mobil UPR. Adapun perbaikan beton pembatas jalur bus Transjakarta dilakukan di sejumlah lokasi, di antaranya sepanjang Jalan MH. Thamrin-Sudirman, Jalan Suryopranoto, Harmoni, Senen, dan Jalan Daan Mogot.
“4 unit kendaraan untuk memperbaiki mengangkat MCB dan 50 satgas. Serentak armada dan personel diarahkan ke lokasi masing-masing sejak Kamis malam setelah situasi kondusif,” ungkap Hari dilansir beritajakarta.id, Jumat (9/10/2020).
AYO BACA : Sampah Sisa Demonstrasi Capai 800 Kg
Hari juga menambahkan, untuk beton pembatas jalur bus Transjakarta yang masih digunakan hanya dikembalikan ke posisi semula, sedangkan yang rusak diganti dengan beton yang baru.
“Semua MCB yang diguling-gulingkan kami atur dan tata ulang, dikembalikan ke posisi semula. Untuk yang rusak diganti. Stok masih cukup. Hari ini sudah bisa dimanfaatkan seperti biasa,” ujarnya.
Diketahui, sejumlah fasilitas umum di Jakarta rusak akibat amukan massa demo tolak Omnibus Law Cipta Kerja. Pemprov DKI tengah berupaya memperbaiki kerusakan itu agar bisa digunakan kembali.
AYO BACA : Imbas Demo UU Ciptaker, 2 SPBU Pertamina Ini Tutup Sementara, Berikut Alternatifnya!
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, salah satu fasilitas umum yang rusak adalah halte. Dia mencatat pada hari ini ada 11 halte rusak baik ringan hingga tidak dapat digunakan lagi.
"Ada beberapa halte rusak, totalnya ada 11. Kita akan segera perbaiki itu semua. Untuk halte tidak bisa selesai malam ini, tentu kita perlu waktu," kata Anies di Bundaran HI, Kamis (8/10/2020).
Menurut Anies, pihaknya bakal menghitung seberapa parah kerusakan fasilitas umum termasuk halte. Untuk halte yang mengalami kerusakan berat, Anies menyiapkan halte sementara.
"Jadi halte-halte malam ini akan diukur seberapa kerusakannya, sementara yang rusak total akan disiapkan halte sementara. Yang rusaknya minor bisa diganti segera agar bisa digunakan," ujarnya.
Pemprov DKI Jakarta akan menanggung biaya perbaikan seluruh fasilitas umum yang rusak. Menurut Anies, pihaknya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp25 miliar untuk memperbaiki kerusakan itu agar dapat digunakan kembali.
“Pemprov DKI yang akan membiayani (kerusakan fasilitas umum). Tadi sudah diprediksi, sudah dihitung kira-kira habis sekitar Rp25 miliar," jelas Gubernur Anies.
AYO BACA : Sejumlah Fasilitas yang Rusak saat Demo Tolak RUU Ciptaker di Jakarta