GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Aksi demonstrasi yang berujung ricuh di DKI Jakarta membuat sejumlah fasiltas hangus terbakar. Massa yang menolak UU Cipta Kerja membakar fasilitas publik dan menyebabkan kerugian hingga Rp25 miliar.
Pantauan Suara.com pada Jumat (9/10/2020) terlihat sejumlah pos polisi, stasiun MRT, dan halte Transjakarta yang gosong terbakar pada demonstrasi, Kamis kemarin.
AYO BACA : Usai Demo Berujung Ricuh, Gedung DPR Masih Dijaga Ketat Polisi
Dari pantauan, ada beberapa halte yang terbakar antara lain Halte Bank Indonesia, Halte Sarinah, Halte Bundaran Hotel Indonesia, dan Halte Tosari.
"Untuk sementara tidak berhenti di Halte Polda sampai dengan Halte Bank Indonesia. Untuk sementara tidak melayani halte yang terimbas. Bagi pelanggan yang akan turun si halte-halte tersebut tidak perlu khawatir, karena bus akan keluar jalur dan berhenti di bus stop Non BRT," kata petugas TransJakarta di halte HI, Jumat.
AYO BACA : MRT Kembali Normal, 13 Stasiun Dibuka. Berikut Pintu yang Dapat Diakses!
Kemudian pintu masuk stasiun MRT HI yang berdempetan dengan halte Transjakarta HI juga tak luput dari kobaran si jago merah.
"Hanya pintu B, D, E. Sedangkan pintu A dan C sementara ditutup," ucapnya.
Sementara pos polisi yang terbakar antara lain pos polisi Patung Kuda dan pos Sarinah.
Beberapa traffic light juga tak luput dari amuk massa yang meraca kecewa dengan pemerintah mengesahkan UU Cipta Kerja.
Para petugas kebersihan dari dinas lingkungan hidup DKI Jakarta terus membersihan sisa kericuhan.
AYO BACA : Harga Emas Jumat 9 Oktober Rp 1.007.000