Jakarta Pusat

Komentar Anak Twitter Perihal Kebijakan Rem Darurat Gubernur Anies di Masa Pandemi

Oleh: Admin Kamis 10 Sep 2020, 07:05 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan bersepeda. (dok)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Warganet di Twitter angkat bicara perihal keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menarik rem darurat di masa pandemi Covid-19. Dengan kebijakan ini, maka Ibu Kota kembali menerapkan PSBB secara ketat seperti saat awal wabah ini masuk ke Indonesia.

Sejumlah komentar negatif diutarakan netizen menanggapi kebijakan Gubernur Anies. Seperti yang diungkapkan Ari pada akun Twitter @Arielstiyono. Dia pesimistis kebijakan rem darurat bakal berdampak positif bagi penanganan Covid-19 di Jakarta.

"Gue kok yakin banget ya bahwa rem darurat enggak bakal berjalan. Kenapa? karena rem darurat itu hanya permainan lidah dalam #MenataKata biar terkesan kerja," ujarnya, Kamis (10/9/2020).

Komentar negatif lainnya datang dari akun @sampahperadaban yang mengatakan bahwa kebijakan rem darurat hanya pencitraan Anies Baswedan. Dia pun meminta Anies untuk membuat kebijakan yang lebih tepat untuk mengatasi pandemi.

"Maksudnya rem darurat apa nih? Rem tuh nafsu untuk pencitraan. Waktunya bikin kebijakan yang cepat dan tepat, action nyata untuk menyikapi masalah pandemi di DKI. Mulut mending direm berstatement pak Anies," katanya.

Selain komentar negatif, tak sedikit pula netizen yang memberikan dukungan kepada Gubernur Anies Baswedan. Seperti yang dikatakan akun @GibraNiaLuv, jika kebijakan rem darurat tidak diambil, maka kondisi Jakarta akan semakin buruk.

"Rumah sakitnya sudah hampir penuh. Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet juga (penuh). Bahaya kalau tidak segera ada rem darurat. Mestinya PSBB kali ini lebih ketat dari sebelumnya," ujar akun tersebut.

Dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta juga datang dari akun Twitter @azmistuff. Menurutnya, kebijakan rem darurat sebagai langkah yang baik untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19.

"So, the conclusions are gua tetap mengapresiasi rem darurat Pemprov DKI. Karena ini angin segar dalam penanganan Covid-19 dan juga berharap semua daerah termasuk Pemerintah Pusat dan seluruh masyarakat sadar bahwa Covid di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Semoga semua tetap sehat," ungkapnya.

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono