Jakarta Pusat

Anies Baswedan Laporkan Data Penanganan Covid-19 di Jakarta

Oleh: Admin Kamis 10 Sep 2020, 06:56 WIB
[ilustrasi] Update Covid-19 DKI Jakarta

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melaporkan sejumlah data terkait penanganan pandemi Covid-19 di Ibu Kota. Adapun data yang dimaksud adalah kapasitas pemeriksaan (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment).

Anies mengatakan, saat ini ada 716 ribu orang lebih telah menjalani pemeriksaan Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Angka tersebut membuat Jakarta berkontribusi sebanyak 49 persen atas jumlah pemeriksaan secara nasional.

"Tingkat tes di Jakarta adalah 67.335 orang per 1 juta penduduk. Ini lebih tinggi dari rata-rata nasional yaitu 5.348 orang dites per 1 juta penduduk," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Dari jumlah tes tersebut, lanjutnya, ditemukan 49.837 kasus positif Covid-19. Artinya, positifity rate atau tingkat kasus positif di Jakarta saat ini adalah 7 persen, atau lebih rendah daripada positifity rate nasional sebesar 14 persen.

"Sejak PSBB transisi diberlakukan bulan Juni, Jakarta terus terlibat aktif untuk terus meningkatkan kemampuan testing hingga saat ini kita melebihi standar WHO hingga lima kali lipat," ujar Anies.

Menurut Anies, dalam waktu dekat Pemprov DKI bakal menambah kapasitas pemeriksaan. Untuk merealisasikan hal itu, Pemprov DKI bekerja sama dengan jejaring laboratorium.

"Kita bekerja sama dengan jejaring berbagai laboratorium untuk memastikan kemampuan deteksi kita selalu tinggi, tujuannya tidak lain adalah untuk menyelamatkan warga Jakarta," jelasnya.

Selain itu, Puskesmas di Jakarta rutin melakukan pelacakan untuk menemukan kasus positif baru. Menurut Anies tingkat tracing atau pelacakan kasus di Jakarta berada di angka 6.

"Angka ini artinya setiap ada 1 kasus positif, ada 6 kontak erat yang dilacak. Ini masuk level moderat dan Jakarta berharap bisa terus meningkatkan kapasitas tracing," ujar Anies.

Kemudian Anies menyampaikan dalam waktu dekat pihaknya akan menambah fasilitas kesehatan. Pemprov DKI Jakarta bakal menjadikan RSUD Pasar Minggu dan RSUD Cengkareng menjadi rumah sakit khusus Covid-19.

"Untuk kapasitas treatment, fasilitas rumah sakit, fasilitas ICU saat ini terus kita tingkatkan. Sangat berbeda dengan di masa awal pandemi, saat itu kita masih minim fasilitas. Ke depan kita akan menjadikan RSUD Pasar Minggu dan RSUD Cengkareng diubah menjadi RS khusus Covid," imbuhnya.

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono