Jakarta Pusat

Ini Tempat Khusus Untuk Nikmati Internet Gratis Jak Wifi di Kwitang Jakarta Pusat

Oleh: Admin Selasa 08 Sep 2020, 18:04 WIB
Kantor Kelurahan Kwitang/ dok

KWITANG, AYOJAKARTA.COM – Kelurahan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, sedang sibuk mempersiapkan tempat khusus bagi warganya yang ingin menikmati akses internet gratis alias Jak Wifi. Fasilitas baru ini sebagai salah satu solusi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk meringankan beban masyarakat, terutama anak sekolah di tengah pandemi Covid-19.

Sekretaris Kelurahan Kwitang, Yuni Nilogani merencanakan lokasi yang disiapkan nantinya akan berada di bagian halaman Kantor Kelurahan Kwitang. Dia mengatakan, tempat tersebut akan dirancang supaya warga yang menikmati Jak Wifi dapat nyaman dan aman, sesuai dengan protokol kesehatan.

"Saat ini kita tengah persiapkan tempat yang nyaman untuk warga mengakses Jak Wifi ini, namun tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Yuni saat ditemui di Kantor Kelurahan Kwitang, dilansir dari beritajakarta.id, Selasa (08/9/2020).

AYO BACA : Apjatel: 52 Titik Jak Wifi Ditargetkan Rampung Akhir September, Permukiman Pandat Penduduk Jadi Prioritas

Menurutnya, saat ini akses internet untuk warga telah tersedia secara terbuka dan dapat dinikmati siapapun. Pihak Kelurahan Kwitang juga telah meminta bantuan Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) dan Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU).

Yuni menuturkan, baik PJLP maupun PPSU dapat membantu pelajar atau warga lain yang mendapatkan kesulitan dalam mengakses Jak Wifi."Peruntukkan internet ini untuk warga, khususnya siswa yang terkendala kuota internet. Nantinya ada PPSU atau PJLP lainnya yang siap membantu siswa saat mengalami kendala," jelasnya.

Sementara itu di tempat lain, Lurah Kenari, Ojo Juhariah, mengatakan saat ini pihaknya juga tengah mematangkan lokasi ruangan untuk warga mengakses Jak Wifi. Sesuai dengan protokol kesehatan, dia menegaskan, ruangan tersebut hanya dibatasi untuk 10 hingga 20 orang saja.

"Sedang kita siapkan, mungkin kita batasi 10-20 orang, nanti bisa gantian dan kita atur shiftnya. Kita selalu memegang prinsip tidak menciptakan kerumunan, karena itu kita meminimalisir agar tidak terjadi penularan Covid-19 di kalangan masyarakat," pungkasnya.

AYO BACA : Pengamat Pendidikan: Fasilitas Jak Wifi Bisa Diikuti Daerah Lain

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati