Jakarta Pusat

Tingkatkan Kapasitas RS di Jakarta, Pemprov DKI Rekrut 1.800 Nakes

Oleh: Admin Rabu 02 Sep 2020, 20:02 WIB
ilustrasi tenaga medis melayani tes corona/ Ayosemarang

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Kepala Dinas Kesehatan DKI, Widyastuti mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah merekrut 1.800 tenaga kesehatan (nakes). Itu dilakukan utuk meningkatkan kapasitas RS, terlebih pasien Covid-19 semakin meningkat belakangan ini. 

Rencananya pekan depan mereka sudah siap dan akan dikirim ke fasilitas kesehatan DKI yang butuh tambahan tenaga medis.

"Kami buka rekrutmen dan minggu depan 1.800 tenaga sudah siap," kata Widyastuti di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Penambahan kapasitas ini diperlukan karena Dinkes ke depannya akan membuat klasifikasi pasien. Nantinya pasien tanpa gejala atau asimtomatik disarankan untuk isolasi mandiri di rumah sakit darurat Wisma Atlet atau fasilitas pemerintah lainnya. Sedangkan pasien dengan gejala sedang dan berat diminta untuk dirawat di RS dengan penanganam medis yang lebih mumpuni.

"Dengan demikian bisa mengurangi ketergantungan pada tempat tidur," terangnya.

Pihaknya juga akan mengubah bed pasien biasa menjadi khusus pasien Covid-19. Pengalihan ini akan dilakukan terhadap bed isolasi maupun Intensive Care Unit (ICU).

"Jadi mengalihkan sebagian bed yang belum covid menjadi covid dan menambah," ujar Widyastuti.

AYO BACA : BLT Pekerja Formal: BP Jamsostek Tunggu Nomor Rekening Sampai 15 September, Hati-hati Penipuan

Kebijakan ini nantinya akan dilakukan tidak hanya di RS yang dikelola pemerintah. Ia akan berkoordinasi dengan RS swasta hingga milik BUMN untuk menambah bed khusus Covid-19.

"Baik RS vertikal, RS TNI Polri, RSUD dan RS BUMN bersama-bersama bahu membahu, termasuk RS swasta. Hasil rapat tadi memang sepakat bahwa beberapa RS terpilih siap untuk menambah kapasitas bed," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, situasi penyebaran virus corona di Jakarta belakanhan makin parah karena kasus harian yang terus meningkat dan tingkat positif atau positivity rate menyentuh angka 9,9 persen. Menanggapi situasi ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka rekrutmen terbuka untuk para profesional menjadi tenaga kesehatan.

Rekrutmen ini disampaikan Anies melalui akun instagram miliknya @aniesbaswedan. Dari poster yang diunggah mantan Mendikbud itu, terdapat sejumlah posisi yang dicari.

Mulai dari dokter spesialis paru, penyakit dalam, anestesi, obgyn, anak, perawat, bidan, radiografer, hingga penyuluh kesehatan. Selain itu ada juga sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk bisa lolos dalam rekrutmen ini.

Diantaranya memiliki KTP, ijazah D3/D4/S1 dan profesi, memiliki STR aktif, sehat jasmani dan rohani, serta dapar bekerjasama dalam tim dan berkelakuan baik.

"Mari bergabung menjadi tenaga profesional kesehatan penanggulangan Covid-19 DKI Jakarta," kata Anies, dikutip Jumat (28/8/2020).

Anies menyebut pendaftaran dimulai tanggal 27 Agustus 2020. Masa kontrak dimulai dari bulan September sampai dengan Desember 2020 dan untuk informasi rekrutmen lebih lanjut dapat dilihat pada web resmi http://bkddki.jakarta.go.id.

AYO BACA : Dinkes Jakpus Libatkan Aparat Hukum Untuk Temani Tenaga Kesehatan

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati