Jakarta Pusat

Terdampak Covid-19, Proyek Revitaliasi Trotoar di DKI Jakarta Tergarap 10 Km

Oleh: Admin Senin 31 Agu 2020, 19:07 WIB
Ilustrasi revitalisasi trotoar di DKI Jakarta. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

JAKARTA, AYOJAKARTA.COMPandemi Covid-19 berdampak signifikan pada semua sektor. Pembangunan infrastruktur pun juga turut merasakan dampak, karena pemerintah tengah fokus dalam penanganan Covid-19.

Pembangunan infrastruktur di DKI Jakarta juga turut terhambat, yakni salah satunya revitalisasi trotoar.

Kepala Dinas Bina Marga Hari Nugroho mengatakan pada tahun ini, pihaknya mampu mengerjakan 10 kilometer revitalisasi trotoar.

Padahal, rencana awalnya panjang jalur pedesterian yang akan direnovasi adalah 100 kilometer.

"Rencana awalnya 100 kilometer (revitalisasi trotoar), paling sekarang 10 kilometer," ujar Hari di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/8/2020).

Hari beralasan hal ini terjadi karena adanya pengalihan anggaran untuk revitalisasi trotoar ke penanganan Virus Corona.

Awalnya, Pemprov DKI sudah menyiapkan dana Rp1,2 triliun tahun ini untuk proyek itu.

"Ditunda karena covid,kemarin kan Rp1,2 triliun yang ini bisa transaksi paling Rp20 miliar," jelasnya.

Sejak dialihkan, anggaran yang bisa diserap hanya sekitar Rp20 miliar. Di beberapa titik trotoar yang dibenahi, panjangnya pun juga tidak seberapa di tiap tempat, yakni sekitar 300 meter sampai 500 meter.

"Kecil-kecil (trotoar yang direvitalisasi). Di Tanah Abang, TOD (Transit Oriented Development), Juanda, jalan harapan, Jati Baru, itu kecil saja, itu trotoar saja, cuma 300-500 meter," pungkasnya.

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono