TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo mengatakan, bahwa pihaknya masih mengkhawatirkan kebijakan pemerintah terkait pembukaan sekolah dengan belajar tatap muka.
Kendati syarat tersebut bisa dipenuhi wilayah di zona kuning dan hijau, FSGI tetap bersikeras mengkritik kebijakan tersebut.
Salah satu alasannya karena FSGI melihat ada banyak sekolah di zona hijau dan kuning yang masih terkendala protokol kesehatan, terutama untuk perlindungan guru. Dalam pemantauan FSGI, Heru memberikan contoh sekolah-sekolah di Bengkulu. Dia mengatakan di Bengkulu, banyak guru yang belum terlindungi oleh protokol kesehatan.
“Dari temuan ini, kami khawatir jika tidak kami sampaikan, maka semakin banyak sekolah baik di zona hijau, kuning, atau lainnya akan menjadi klaster baru,” jelas Heru dalam telekonferensi lewat Zoom, Sabtu (22/08/2020).
Berdasarkan laporan dan data dari FSGI, ada 12 wilayah dengan tingkat kematian guru akibat Covid-19 yang cukup tinggi. Berikut Ayojakarta rangkum secara mendetail:
1.Pariaman (Sumatera Barat)
Terdapat 1 orang guru dan 1 orang operator sekolah terkonfirmasi positif Covid-19 pada 19 Juli 2020. Guru tersebut sempat mengajar sekitar 90 siswa sejak sekolah dibuka pada 13 Juli 2020. Sejak 20 Juli 2020, sekolah di Kota Pariaman ditutup kembali.
2.Padang Panjang (Sumatera Barat)
Terdapat 4 orang guru di SMPN 4 Padang Panjang dan 2 orang mahasiswa magang di SMPN 3 Padang Panjang dinyatakan positif Covid-19 pada 14 Agustus 2020. 2 orang guru di SMPN 4 Padang Panjang sudah melakukan pembelajaran tatap muka mulai 13 Agustus 2020.
3.Kalimantan Barat
Per 10 Agustus 2020, dari hasil swab tes terhadap 604 guru dan rapid tes terhadap 495 siswa, ditemukan 8 orang guru dan 14 siswa positif Covid-19. Lalu pada tanggal 12 Agustus 2020 ditemukan 8 orang guru di Kabupaten Melawi juga positif Covid-19.
4.Pati (Jawa Tengah)
1 orang guru SD swasta meninggal dunia pada 18 Agustus 2020
5.Madiun (Jawa Timur)
1 orang guru SMPN 1 Dilopo meninggal dunia pada 1 Agustus karena Covid-19.
6.Kudus (Jawa Tengah)
1 orang guru di SDN 1 Barongan Kudus positif Covid-19 dan meninggal pada 12 Agustus 2020.
7.Rembang (Jawa Tengah)
11 orang guru di SMKN 1 Gunem terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab tes pada 7 AgustuS 2020.
8. Balikpapan (Kalimantan Timur)
28 orang guru dan pegawai sekolah yang berasal dari SD dan SMP di Kota Balikpapan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab tes pada 6 Agustus 2020.
9. Garut (Jawa Barat)
1 orang guru SMP terpapar Covid-19 berdasarkan data pada 20 Agustus 2020 yang sempat datang ke sekolah
10. Payakumbuh (Sumatera Barat)
Per 21 Juli 2020, 2 orang guru di Payakumbuh dinyatakan positif Covid-19
11.DKI Jakarta
Salah satu guru di SMKN Jakarta Utara meninggal akibat Covid-19. 3 guru lainnya yang sempat berkontak dengan yang bersangkutan diketahui positif Covid-19
12. Surabaya (Jawa Timur)
Per 24 Juli 2020, ada total 35 orang guru meninggal dunia di Surabaya akibat Covid-19. Pada 15 Agustus 2020, 1 orang tata usaha SDN Bendul Merisi 1 meninggal dunia yang menambah daftar 3 guru meninggal sebelumnya. Guru di SDN Ngagel 1 Surabaya juga dinyatakan positif. Kepala Sekolah SMPN 3 Surabaya meninggal pada 21 Juni 2020 karena Covid-19. Namun, Satgas Covid-19 Pemkot Surabaya membantah dan menyatakan ada 137 guru positif Covid-19 dan 4 orang guru yang meninggal.