SENEN, AYOJAKARTA.COM – Polda Metro Jaya membongkar praktik aborsi ilegal di Klinik Dr. SWS di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, pada Senin (3 Agustus 2020) lalu. Klinik tersebut mematok harga bervariasi untuk jasa aborsi, tergantung dengan usia kandungan para calon pasien.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan usia janin yang dapat melakukan aborsi terbagi empat kriteria. Semakin tinggi usia janin pasien, maka akan semakin mahal harga yang harus dibayar pasien.
“Yang termurah biayanya Rp1,5 juta sampai Rp2juta, hingga yang paling sulit yakni Rp30 juta,” kata Tubagus dalam keterangan tertulis ketika menjelaskan perkembangan kasus tersebut pada Selasa (18 Agustus 2020.)
Rinciannya, usia kandungan 6 sampai 7 minggu ditetapkan biaya Rp1,5 juta sampai Rp2 juta. Kemudian, untuk usia kandungan 8 sampai 10 minggu dikenakan biaya Rp3 juta sampai Rp3,5 juta. Lalu, untuk usia kandungan 10 sampai 12 minggu dikenakan biaya Rp4 juta sampai Rp5 juta dan usia kandungan 15 sampai 20 minggu dikenakan biaya Rp7 juta sampai Rp9 juta.
“Sementara, untuk usia kandungan sampai di atas 20 minggu akan dikenakan biaya mencapai Rp30 juta,” ujarnya.
Polda Metro Jaya juga menyatakan dalam sehari klinik tersebut melakukan praktik aborsi sebanyak lima kali. Rata-rata pendapatan yang diterima oleh klinik Dr. SWS mencapai Rp70 juta per bulan.
Tubagus menambahkan, pembagian uang dilakukan dengan sistem bagi hasil sesuai pekerjaannya. Jumlah terbanyak didapat oleh tenaga medis dan calo dari praktik aborsi tersebut.
“Pembagian 40% jasa medis dan 40% diberikan calo dan 20% untuk jasa pengelola.”
Sebelumnya, dalam penggerebekan di Klink Dr SWS, polisi berhasil mengamankan 17 orang tersangka yang terdiri dari dokter, perawat, pelayan, calo, hingga pelaku yang menggugurkan kandungannya.
Kasus ini terungkap setelah polisi menerima informasi dari otak pembunuhan WNA Taiwan sekaligus bos perusahaan roti berinisial SS (37). Dari hubungan gelap dengan sang bos roti H (52), SS pada akhirnya menggugurkan kandungan di klinik tersebut.