GAMBIR, AYOJAKARTA.COM -- Kasus harian positif Covid-19 di Jakarta masih terbilang tinggi. Hal itu lantaran jumlah pemeriksaan terus ditingkatkan sehingga banyak kasus-kasus baru yang ditemukan.
Pada hari ini misalnya, terdapat penambahan jumlah positif Covid-19 sebanyak 393 kasus. Sehingga secara kumulatif kasus positif di Jakarta sampai 25 Juli 2020 mencapai 18.623 kasus.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan kapasitas pemeriksaan. Bahkan Anies tak berencana mengurangi jumlah pemeriksaan hanya demi menurunkan kurva kasus positif di Jakarta.
"Semakin banyak pemeriksaan atau testing, maka jumlah yang positif juga tinggi. Nah ini yang perlu saya sampaikan di sini bahwa kami berencana melindungi warga Jakarta, bukan menurunkan gambar kurva positif. Kalau mau menurunkan kurva positif ya gampang, kurangi saja testingnya," kata Anies dalam sebuah acara diskusi virtual, Sabtu (25/7/2020).
Anies menuturkan, saat ini di Jakarta sudah mampu melakukan pemeriksaan sampel sebanyak 9.769 per hari. Semakin banyak jumlah pemeriksaan, kata Anies, maka kasus positif bakal semakin banyak ditemukan.
"Begitu masyarakat mulai transisi berkegiatan, maka kita harus bisa mendeteksi siapa yang positif siapa yang tidak. Nah kami memilih untuk meningkatkan testing. Kalau diperhatikan sejak juni kemarin, testing kita per hari makin tinggi," ujarnya.
Anies mengklaim bahwa jumlah pemeriksaan Covid-19 di Jakarta sudah melebihi standar minimal yang ditentukan organisasi kesehatan dunia (WHO). Seminggu terakhir, kata Anies, Jakarta sudah memeriksa 39.268 orang. Angka ini menurutnya akan terus ditingkatkan.
"Sementara WHO, menyaratkan untuk Jakarta per minggu hanya 11 ribu testing. Artinya kami sudah hampir 4 kali lipat dari apa yang diharuskan oleh WHO. Kenapa itu dilakukan? Untuk bisa menemukan yang positif lalu agar dia bisa isolasi," ujarnya.