Jakarta Pusat

Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Capai 441, Ini Rinciannya

Oleh: Admin Selasa 21 Jul 2020, 17:56 WIB
Ilustrasi

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta menyampaikan kasus baru positif Covid-19 di Ibu Kota tercatat 441 kasus. Data tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati.

Jumlah tersebut terdistribusi berdasarkan domisili pasien di sejumlah wilayah Provinsi DKI Jakarta, yaitu Jakarta Pusat sebanyak 50 kasus, Jakarta Utara 45 kasus, Jakarta Barat 73 kasus, Jakarta Selatan 49 kasus, Jakarta Timur 46 kasus dan yang masih dalam proses identifikasi domisili sebanyak 178 kasus.

Adapun sumber pelaporan kasus baru tersebut, yaitu rumah sakit sebanyak 261 kasus (59 persen), puskesmas atau komunitas sebanyak 167 kasus (38 persen), Wisma Atlet sebanyak 11 kasus (2,5 persen) dan perkantoran sebanyak dua kasus (0,5 persen). Jumlah 167 kasus yang dilaporkan Puskesmas tersebut adalah hasil Active Case Finding (ACF) ada 137 kasus dan hasil penelusuran kasus (tracing) 32 kasus.

“Data kasus yang dilaporkan hari ini semuanya dilaporkan oleh laboratorium sesuai tanggal pelaporan 20 dan 21 Juli. Artinya, tidak ada data rapelan pada kasus yang dilaporkan hari ini,\" ujarnya dalam siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta seperti dilansir laman resmi Pemprov DKI, beritajakarta.id, Selasa (21 Juli 2020).

Angka yang disampaikan oleh Gugus Tugas DKI Jakarta sedikit berbeda dengan yang dilansir Gugus Tugas Pusat yang menggunakan data dari Kementerian Kesehatan yang mencatat 433 kasus baru. Hal itu berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan sampai dengan pukul 12.00 WIB, 21 Juli 2020.

Secara total, kasus baru positif Covid-19 se-Indonesia mencapai 1.655 kasus. Angka 433 kasus di DKI Jakarta merupakan catatan tertinggi dari 34 provinsi. Secara total, kasus Covid-19 di Ibu Kota sudah menyentuh angka 16.846 kasus.

Ani mengungkapkan, peningkatan jumlah kasus positif di DKI Jakarta tidak lepas dari program Active Case Finding (ACF) yang diterapkan sejak pertengahan Mei 2020. Lalu pada 4 Juni, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, juga telah mengeluarkan surat edaran untuk puskesmas melakukan Active Case Finding selain terus melakukan Contact Tracing. Active Case Finding dilakukan oleh puskesmas di pasar, pemukiman rawan, atau tempat umum lainnya yang diperkirakan terdapat penularan kasus berdasarkan perhitungan epidemologi.

Adapun jumlah kumulatif kasus Konfirmasi di wilayah DKI Jakarta pada hari ini sebanyak 17.153 kasus. Dari jumlah tersebut, 10.864 orang dinyatakan telah sembuh dan 758 orang meninggal dunia.

\"Diantara kasus Konfirmasi yang aktif saat ini, 1.078 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 4.453 orang melakukan isolasi mandiri (termasuk data Wisma Atlet), sedangkan Suspek hari ini sebanyak 1.883 pasien, terdiri atas 1.158 pasien menjalani perawatan di RS dan 725 pasien menjalani isolasi mandiri,\" paparnya.

AYO BACA : KISAH ANAK PANCONG: Rahasia Indomie Ibu Sami

Saat ini tidak ada pasien berstatus Probable. Untuk Pelaku Perjalanan yang masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 38 orang. Sementara itu, untuk jumlah Kontak Erat kasus confirm atau probable yang saat ini masih menjalani isolasi mandiri sebanyak 5.934 orang.

Ia menjelaskan, secara kumulatif, pemeriksaan PCR sampai dengan 20 Juli 2020 sebanyak 466.569 sampel. Pada 20 Juli 2020 dilakukan tes PCR pada 6.053 orang, 5.230 diantaranya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru dengan hasil 441 positif dan 4.789 negatif.

Selain itu, untuk rapid test totalnya sebanyak 280.082 orang telah menjalani rapid test dengan persentase reaktif COVID-19 sebesar 3,5 persen dengan rincian 9.782 orang dinyatakan reaktif COVID-19 dan 270.280 orang dinyatakan non-reaktif. Untuk kasus positif ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab secara PCR dan apabila hasilnya positif dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau rumah sakit atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah.

Mengingat 55% dari pasien positif yang ditemukan adalah orang tanpa gejala, maka Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap melakukan protokol 3M Lawan COVID, yaitu Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman satu hingga dua meter, serta Mencuci tangan sesering mungkin.

Penerapan 3M sangat berdampak atas penurunan risiko tertular. Dengan rajin mencuci tangan pakai sabun, risiko tertular turun 35 persen. Dengan pakai masker biasa, risiko tertular turun 45 persen. Dengan pakai masker bedah, risiko tertular turun 70 persen. Dengan selalu menjaga jarak minimal satu meter, risiko tertular turun 85 persen (sumber: doi.org).

Selain itu, juga tetap menjaga protokol PSBB transisi dengan menjaga kapasitas ruangan 50 persen dan pastikan keluar rumah dalam kondisi sehat. Jajaran Pemprov DKI Jakarta juga tetap melakukan pengawasan ketaatan di berbagai tatanan, seperti mal, objek wisata, dan pasar.

\"COVID-19 masih ada di sekitar kita, maka kita perlu terus waspada dengan saling mengingatkan kepada keluarga dan orang-orang di sekitar kita untuk tetap melakukan protokol 3M lawan COVID,\" imbaunya.  

Pemprov DKI Jakarta juga masih membuka kesempatan untuk masyarakat berbagi dengan sesama yang membutuhkan bantuan karena terdampak pandemi COVID-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar atau KSBB. Masyarakat dapat memberikan bantuan berupa bahan pangan pokok, makanan siap saji, hingga uang tunai. Informasi lengkap seputar KSBB dapat melalui situs https://corona.jakarta.go.id/kolaborasi.

 

Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal Covid-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp:  081388376955.

Sementara itu, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119. Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.   Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

AYO BACA : Anies Ancam Cabut Izin Usaha Pembakaran Arang dan Peleburan Aluminium di Cilincing

Reporter Admin
Editor Eries Adlin