Jakarta Pusat

12 Juli, Kasus Corona DKI Jakarta Cetak Rekor Tambah 404 Pasien Covid-19

Oleh: Admin Senin 13 Jul 2020, 00:14 WIB
ilustrasi wabah vius corona/ shutterstock

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Minggu (12/7/2020), kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta kembali cetak rekor tertinggi sejak pertama kali diumumkan. Kasus tersebut bertambah 404 dalam 24 jam terakhir.

"Hari Ini, Minggu 13 Juli 2020, Dinas Kesehatan melaporkan angka kasus baru yang muncul di Jakarta dalam seminggu terakhir ini kita tiga kali mencatat rekor baru penambahan harian. Hari ini adalah yang tertinggi sejak kita menangani kasus di Jakarta. Ada 404 kasus baru, tidak boleh dianggap enteng," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan  dalam video pers kepada wartawan, Minggu (12/7/2020).

Anies mengingatkan warga Jakarta dan warga yang beraktivitas di Jakarta diingatkan untuk kembali menaati protokol kesehatan. Jika tidak maka semua aktivitas kembali dibatasi seperti awal PSBB pada Maret lalu.

"Jangan anggap enteng, jangan anggap ringan, jangan merasa kita sudah terbebas dari wabah Covid-19. Lonjakan ini merupakan peringatan bagi kita semua," kata Anies.

AYO BACA : 25 Nakes Positif Covid-19, UNS Solo Isolasi 80 Mahasiswa PPDS

Anies menjelaskan, sebagian besar dari penambahan kasus harian ini adalah karena Pemprov DKI gencar melakukan pendekatan yang disebut sebagai active case finding. Artinya, Pemprov DKI tidak lagi menunggu pasien di fasilitas kesehatan, melainkan Puskesmas mengejar kasus positif di masyarakat. 

Dia menambahkan, Pemprov DKI tidak lagi bersikap pasif, melainkan secara aktif melakukan tracing (pelacakan) dan testing (pengecekan). Selanjutnya, mereka yang ditemukan positif dilakukan disolasi. 

"Saat ini kemampuan tes PCR di Jakarta per minggu itu sudah tiga kali lipat dari standar yang ditetapkan oleh WHO, dan kita akan terus meningkatkan kapasitas testing kita," imbuhnya.

Standar yang ditetapkan WHO, yakni 1.000 testing per satu juta penduduk dengan positivity rate atau mereka yang ditemukan positif di bawah lima persen. Sejak awal Juni lalu, Anies menyatakan, positivity rate dari tes PCR yang dilakukan DKI berkisar 5%. 

AYO BACA : Ini Sekenario Cegah Penularan Covid-19 di Lingkungan Secapa AD Bandung

"Tapi hari ini angka positivity rate itu melonjak menjadi 10,5%. Melonjak dua kali lipat ini, adalah satu peringatan bagi kita semua bahwa kita harus lebih waspada lebih disiplin," ungkap Anies. 

Ia memaparkan, pada 4-10 Juni, DKI mengetes 21.197 orang dengan positivity rate 4,4%. Pada 11 sampai 17 Juni, sebanyak 27.091 orang dites dan positivity rate sebesar 3,1%. 

Periode 18-24 Juni, DKI melakukan tes terhadap 29.873 orang dengan tingkat positif 3,7%. Pada 25 Juni sampai 1 Juli, ada 31.085 orang yang dites PCR dan3,9% positivity rate.

Terakhir, pada 2-8 Juli, sebanyak ada 34.007 orang dites PCR, positivity rate-nya 4,8%. 

 

Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp:  081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119. Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.   Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

 

AYO BACA : Positif Covid-19 Kota Bogor Tambah 4 Kasus

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati