SENAYAN, AYOJAKARTA.COM - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, ratusan anak korban pencabulan WNA Perancis, Francois Abello Camille (FAC) alias Frans (65), sulit diidentifikasi. Dalam pemeriksaan, Frans dinilai tak kooperatif.
"Jadi sulit mencari identitasnya. Makanya kami pelan-pelan," kata Yusri kepada wartawan, Sabtu (11/7/2020).
Yusri mengungkapkan, sang bule ogah membeberkan identitas para korbannya.
"Tersangkanya kurang koperatif dalam menyampaikan apa pun karena dia mengakunya bergerak sendiri," sambungnya.
Hingga kekinian, polisi belum membeberkan apakah ada WNA lain yang turut menjadi korban. Yusri menyebut, pihaknya masih mendalami kasus tersebut.
AYO BACA : 350 Anak Korban Pencabulan Francois Abello Camille Akan Direhabilitasi
"Ada korbannya yang anak jalanan, ada juga dia nyari di mal. Jadi kalau dibilang enggak punya kerjaan kan kita enggak tahu identitasnya, masih kita dalami sekarang," beber Yusri.
Sebelumnya, kasus pencabulan FAC terhadap 300 lebih anak-anak di bawah umur berawal atas adanya informasi masyarakat yang kerap melihat adanya seorang WNA menawarkan pemotretan terhadap anak-anak di Hotel Prinsen Park, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.
Dari laporan tersebut, polisi pun melakukan penyelidikan dan menangkap basah FAC tengah berada di dalam kamar hotel bersama dua anak perempuan di bawah umur dengan kondisi telanjang.
Saat melakukan penangkapan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti.
Di antaranya 21 kostum yang dipakai korban untuk pemotretan dan pembuatan video cabul, enam kamera, satu laptop, enam memory card, 20 kondom, dan dua alat bantu seks atau vibrator.
Atas perbuatannya, FAC dipersangkakan lima pasal berlapis terkait Perlindungan Anak. Dia terancam hukuman maksimal mati dan dapat dikenakan tindakan kebiri kimia.
AYO BACA : Mengerikan! Predator Seks Anak Asal Perancis Cabuli 305 Korbannya