TANAH ABANG, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut kawasan Stasiun Tanah Abang sebagai tempat yang kumuh dan tidak aman. Namun, setelah adanya penataan stasiun terpadu, kini stasiun yang dibangun pada 1899 itu tampak nyaman bagi masyarakat.
"Tiga sampai empat bulan lalu tempat ini (Stasiun Tanah Abang) adalah kawasan yang sangat kumuh dan jauh dari kata aman, tidak sehat, dan kurang sedap dipandang. Alhamdulillah sekarang sudah berubah menjadi fasilitas publik yang nyaman," ungkap Gubernur Anies di Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2020).
Anies mengatakan, setelah ditata stasiun ini menjadi tempat yang nyaman bagi publik. Penataan stasiun ini merupakan salah satu program utama Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan kemudahan bagi pengguna transportasi umum. Menurut Anies, Ibu Kota Jakarta harus memiliki fasilitas transportasi umum yang maju dan moderen.
“Ini adalah salah satu cara dalam mengapresiasi tingginya animo masyarakat dalam menggunakan transportasi umum. Animo yang positif ini kami jaga dengan menghadirkan stasiun yang lebih nyaman, bersih, dan efisien," kata Anies.
Pada hari ini Anies meresmikan empat stasiun terpadu di Jakarta. Keempat stasiun tersebut adalah Stasiun Tanah Abang, Senen, Juanda, dan Stasiun Sudirman.
Gubernur Anies menyampaikan, proyek kawasan stasiun terpadu tahap berikutnya akan dilakukan pada lima stasiun yaitu Manggarai, Tebet, Gondangdia, Palmerah, dan Jakarta Kota. Gubernur Anies juga menyatakan stasiun Jakarta Kota akan diintegrasikan dengan penataan kawasan Kota Tua dan pembangunan MRT fase II.
“Harapannya nanti kita bisa benar-benar mewujudkan fasilitas kendaraan umum massal yang terintegrasi. Karena kita tahu persis bahwa ketika kendaraan umum itu tersedia tapi tidak terintegrasi, maka masyarakat tidak akan menggunakannya dengan optimal dan ini hampir tidak mungkin kita bisa kerjakan bila tidak terjadi kolaborasi," jelasnya.