Jakarta Pusat

Masalah Teknis Bank DKI Penyebab Tak Semua Dana KJP Plus Bisa Ditarik

Oleh: Admin Selasa 19 Mei 2020, 18:46 WIB
Ilustrasi - Kantor Bank DKI (Topbusiness.id)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Sejumlah orang tua murid penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus mengeluh.

Para ortu mengaku tidak bisa menarik tunai semua sisa uang mereka di rekening Bank DKI. 

Padahal program relaksasi KJP Plus yang diadakan Dinas Pendidikan DKI memungkinkan penerima menarik tunai semua dana yang sudah masuk.

Kepala Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Yanto, membenarkan masalah tersebut. 

Menurutnya, ada kendala teknis di Bank DKI sebagai penyalur dana KJP Plus.

AYO BACA : Cerita Ortu Penerima KJP Plus, Tak Semua Uangnya Bisa Ditarik Tunai

"Ada kendala teknis di Bank DKI terkait dengan dua jenis kartu ATM. Jadi, ada kartu ATM yang pakai chip dan ada yang tidak. Adanya dua kartu itu yang menyebabkan kendala teknis. Kami sudah terima laporannya," kata Yanto saat dihubungi Ayojakarta, Selasa (19/5/2020).

Yanto melanjutkan, P4OP sudah menggelar rapat dengan Bank DKI untuk membahas persoalan tersebut. Ia menjamin kini penerima KJP Plus bisa menarik seluruh dana yang masuk ke rekeningnya melalui ATM Bank DKI.

"Sejak rapat itu, kendala teknis sudah diatasi. Seharusnya hari ini selesai. Kalau yang kemarin hanya bisa ambil Rp100 ribu, harusnya hari ini sudah bisa diambil semua Rp250ribu (untuk siswa SD). Jadi sudah normal," ungkap Yanto.

Redaksi beritakan kemarin, salah satu orang tua penerima KJP Plus yang mengalami kendala pencairan dana adalah Umiyanah, warga Kelurahan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dia mengaku hanya bisa menarik tunai sebesar Rp100 ribu di ATM Bank DKI. Anaknya yang duduk di bangku sekolah dasar tercatat sebagai penerima bantuan KJP Plus dengan total Rp250ribu per bulan.

"Saldo ada Rp400 ribu, dari bulan lalu belum ditarik. Nah, tadi coba mau tarik Rp250 ribu tapi enggak bisa. Mau saya tarik semua juga enggak bisa. Eh, pas coba Rp100 ribu baru bisa," ujarnya kepada Ayojakarta, Senin (18/5/2020).

Reporter Admin
Editor Aldi Gultom